Turis dan bencana di Indonesia

Indonesia adalah negara yang indah dan memiliki banyak tujuan wisata menarik. Gunung, pantai, ombak, dan budaya Indonesia telah menarik jutaan wisatawan dari berbagai negara di dunia yang akan datang. Mereka menikmati pemandangan yang indah, tenang dalam ketenangan di puncak gunung, tinggal di pantai dan berselancar di ombak, dan menyaksikan berbagai atraksi budaya.

Berita Nasional.co – Di sisi lain, Indonesia juga rentan terhadap berbagai jenis bencana. Kondisi geografis, meteorologis, dan geologisnya membuat negara ini memiliki banyak jenis bahaya alam. Dalam hal keadaan geologis, negara ini merupakan bagian dari Cincin Api Pasifik yang ditandai oleh banyak gunung berapi aktif, gempa bumi, dan tsunami. Dalam kasus meteorologi, negara ini mengalami banjir dan tanah longsor selama musim hujan dan kekeringan di musim kemarau. Selain itu, selama musim yang sangat kering, kebakaran hutan juga terjadi di beberapa provinsi.

Di beberapa lokasi di negara ini, tujuan wisata berdekatan dengan zona bahaya. Sebagai contoh, banyak wisatawan datang ke pantai barat Sumatera di mana banyak pulau yang indah dengan pantai dan ombaknya berada, seperti Mentawai dan Simeulue. Namun, dekat tujuan wisata ini juga merupakan zona subduksi di mana beberapa gempa bumi dan tsunami terjadi.

Selama periode pada akhir 2017 hingga pertengahan 2018, beberapa bencana terjadi di tujuan wisatawan. Misalnya pada bulan November hingga Desember 2017, Gunung Agung, gunung berapi aktif dan salah satu tujuan wisata di Bali, meningkatkan aktivitasnya. Selanjutnya, pada bulan Juli hingga Agustus 2018, beberapa gempa bumi melanda Bandar judi togel dingdong online Lombok yang juga merupakan tujuan wisata terkenal di sebelah Bali.

Sebagai akibat dari peristiwa ini, banyak wisatawan yang terkena dampak bencana. Di Gunung Agung, mereka harus menghindari zona bahaya. Sementara itu, di Lombok, wisatawan yang mengunjungi Gunung Rinjani dan tiga pulau Gili harus dievakuasi. Pada gilirannya, keadaan ini telah mengganggu wisatawan dari menikmati liburan mereka.

Peristiwa bencana yang terjadi di daerah tujuan wisata harus diakui dan ditanggapi oleh wisatawan. Namun, kecil kemungkinan bahwa mereka siap untuk menanggapi bencana selama perjalanan mereka. Keadaan ini menimbulkan pertanyaan, apa yang harus dilakukan wisatawan ketika bencana terjadi di tempat tujuan wisata?

Menurut saya, ada tiga langkah yang perlu diambil bagi para wisatawan dalam menghadapi bencana di tempat tujuan mereka. Pertama, mereka perlu mempersiapkan diri sebelum melakukan perjalanan. Selain mempersiapkan akomodasi dan transportasi, mereka juga harus mempertimbangkan informasi mengenai risiko bencana yang mungkin terjadi di tempat tujuan mereka. Langkah ini penting untuk merencanakan dan menentukan tindakan apa yang harus diambil ketika bencana terjadi.

Untuk memahami risiko bencana dan langkah antisipasi untuk menghadapi bencana di daerah tertentu, wisatawan dapat memanfaatkan InaRISK Personal. Ini adalah aplikasi berbasis Android yang dapat diunduh dari Google Play Store ke smartphone Android. Dengan aplikasi ini, tidak hanya wisatawan dapat memahami jenis bencana apa di daerah tertentu, tetapi mereka juga dapat mengumpulkan informasi mengenai metode untuk mengantisipasi jika bencana seperti itu terjadi.

Setibanya di Indonesia atau beberapa tujuan wisata, disarankan agar wisatawan melapor ke kedutaan mereka. Juga disarankan agar mereka mencatat kontak kedutaan kalau-kalau mereka akan membutuhkannya nanti dalam situasi darurat. Juga penting bagi wisatawan untuk memberikan informasi mengenai rencana perjalanan mereka ke kedutaan karena hal ini akan membantu kedutaan dan pemerintah Indonesia untuk menemukan siapa saja yang mengunjungi negara itu dalam waktu tertentu.

Sebelum kedatangan mereka, wisatawan juga dapat mempelajari kearifan lokal dalam menghadapi bencana. Misalnya, jika mereka ingin mengunjungi Simeulue, di Aceh yang terkenal dengan ombaknya, mereka dapat belajar Smong. Ini adalah panggilan di Simeulue setelah gempa bumi bagi orang-orang untuk berlari ke bukit dan menghindari area pantai kalau-kalau ada potensi tsunami. Kearifan lokal ini telah terbukti menyelamatkan banyak orang di Simeulue saat gempa besar tahun 2004.

Dengan melakukan persiapan sebelum perjalanan mereka, diharapkan para wisatawan akan siap begitu bencana terjadi. Mereka akan mengerti tindakan apa yang harus diambil sesuai dengan jenis bencana. Misalnya, mereka dapat membawa topeng, pakaian lengan panjang, dan topi ke daerah dengan risiko bahaya gunung berapi. Mereka juga dapat memilih akomodasi satu lantai yang dilengkapi dengan zona evakuasi di daerah yang berisiko terhadap gempa bumi dan tsunami. Makanan tambahan dan air minum juga akan menjadi ide yang baik untuk disiapkan kalau-kalau terjadi bencana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *