Video Menunjukkan Dugaan Kecurangan Suara Di Malaysia

Video Menunjukkan Dugaan Kecurangan Suara Di Malaysia, Sebuah video orang-orang menyerbu toko kosong di Selangor, Malaysia, dan membongkar beberapa tas berisi surat suara yang ditandai untuk mendukung Presiden Joko “Jokowi” Widodo dan pasangan pendamping Ma’ruf Amin beredar di media sosial pada hari Kamis.

Berita Nasional.co – Video tersebut memperlihatkan orang-orang yang memegang surat suara dan mengklaim bahwa mereka telah diberi tanda mendukung Jokowi dan Ma’ruf dalam pemilihan presiden dan seorang kandidat legislatif dari Partai NasDem bernama Achmad untuk pemilihan legislatif.

“Kami menuntut KPU [Komisi Pemilihan Umum] menunda semua urusan [pemilihan] di Malaysia sampai tanggal 14, jika tidak kami akan menduduki KBRI [Kedutaan Besar Indonesia di Kuala Lumpur],” salah satu orang dalam video tersebut mengatakan.

Para pemilih yang berbasis di Malaysia dijadwalkan Bandar Judi Togel Dingdong Online untuk memberikan suara mereka pada hari Minggu.

NasDem dan tim kampanye Jokowi-Ma’ruf membantah tuduhan itu.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) telah menerima laporan dan memverifikasi keabsahan video.

Pada hari Kamis, komisaris Bawaslu Fritz Edward Siregar mengatakan di Jakarta bahwa agensi tersebut telah menerima laporan tentang dugaan kecurangan suara dari bab Kuala Lumpur, tanpa menjelaskan detailnya.

Dia menambahkan bahwa badan tersebut telah mendorong KPU untuk menilai bab pemilihan komite Kuala Lumpur dan menunda proses pemungutan suara di Malaysia.

Secara terpisah, komisioner KPU Ilham Saputra mengatakan timnya masih menilai video tersebut.

“Kami menilai situasi di Malaysia. Kami telah meminta komite pemilihan di sana untuk memeriksanya. ”

Dia menambahkan bahwa jika KPU menemukan bukti bahwa bab Selangor bertanggung jawab atas dugaan kecurangan suara, komisi akan mengambil tindakan terhadapnya.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Masinton Pasaribu, yang mencalonkan diri sebagai kandidat legislatif untuk Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan luar negeri, menyarankan bahwa dugaan kecurangan suara mungkin benar tetapi membantah bahwa kamp Jokowi terlibat.

Dia mengklaim bahwa surat suara itu ditemukan saat penyerbuan dan bukan oleh otoritas pemilu di Malaysia.

“Orang-orang yang terlibat dalam serangan itu berasal dari 02 [kubu Prabowo], termasuk Partai Demokrat,” kata Masinton.

Dia mengklaim bahwa kecurangan suara di Malaysia dijalankan oleh sindikat dan telah merajalela dalam setiap pemilihan.

“Mereka membayar 15 ringgit Malaysia [US $ 3,64] untuk setiap surat suara,” kata Masinton.

Kubu Prabowo-Sandiaga dengan cepat menyangkal tuduhan kamp petahana, dengan mengatakan pihaknya juga mendesak KPU untuk menjadwal ulang hari pemilihan di Malaysia sambil menunggu penilaian atas insiden tersebut.

“Kami mengirim surat kepada KPU untuk menunda proses pemungutan suara sampai komisi memberi kami penjelasan tentang berapa banyak surat suara yang dianggap bermasalah,” kata pejabat tim kampanye Sufmi Dasco Ahmad.

Dia menambahkan bahwa kamp akan mengirim pejabat ke Malaysia untuk secara langsung memeriksa situasi.

Ada 255 tempat pemungutan suara yang tersebar di Kuala Lumpur, Putrajaya, Selangor, Perak, Kuala Trengganu dan Kelantan, dengan total 985.216 pemilih terdaftar. (swd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *