Ustad Abdul Somad Membatalkan Beberapa Ceramahnya

Ustad Abdul Somad Membatalkan Beberapa Ceramahnya di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Administratif Khusus Yogyakarta. Melalui akun Instagramnya @ustadzabdulsomad, pengkhotbah terkemuka mengakui bahwa langkah itu diambil sebagai respon terhadap ancaman dan intimidasi terhadap ceramahnya di beberapa daerah yaitu Grobogan, Kudus, Jepara dan Semarang serta meminta maaf kepada mereka yang dirugikan oleh pembatalan rencana kuliah.

Berita Nasional – Ustaz Somad mengatakan beban yang dihadapi oleh panitia penyelenggara semakin berat. Dia membatalkan jadwal untuk memberikan ceramah di beberapa daerah setelah memperhatikan kondisi psikologis jemaat dan dirinya sendiri.

“Karena itu, saya membatalkan janji untuk berkhotbah di Malang, Solo, Boyolali, Jombang, dan Kediri (September); Yogyakarta (Oktober); dan kesepakatan untuk memberikan ceramah bersama ustad Zulfikar di Jawa Timur (Desember),” Persepuluhan Baznas ‘ Duta Besar menjelaskan ketika dikonfirmasiUstaz Somad menyampaikan permintaan maafnya kepada semua Muslim yang merasa dirugikan oleh pembatalan rencana kuliah.Namun, mantan Riau Nahdlatul Ulama (2009-2014) resmi tidak menentukan pihak mana yang mengintimidasi dirinya.

Ustaz Somad menyesalkan berbagai insiden penolakan yang ia alami. “Kami tidak sedang berperang melawan Israel. Itu hanya ceramah,” alumni pendidikan pasca sarjana di Dar al-Hadits al-Hasaniyyah Institute, Maroko, mengatakan.

Di sisi lain, ustaz Somad menghargai polisi dan beberapa organisasi massa sosial, seperti Front Pembela Islam (FPI) dan Pemuda Pancasila (PP), yang telah membantu dalam mengamankan kuliahnya. Dia memuji komitmen mereka dalam menjaga hak-hak warga sipil dalam mengekspresikan pendapat di depan umum.

Ketika berkhotbah di Semarang pada bulan Juli, Jawa Tengah, ustaz Somad dibantu oleh polisi setempat, FPI, dan PP. Mereka mengawalnya sejak satu kilometer dari Bandara Ahmad Yani. Namun, dia merasa skenario untuk mengamankannya agak berlebihan.

“Energi polisi lebih baik digunakan untuk menangkap penjahat dan teman-teman kami dari FPI dan PP bisa fokus pada hal-hal lain,” kata pemenang Republika Agent of Change Award pada 2017.

Sementara itu, Polisi Nasional mengimbau kepada ustaz Somad untuk mengajukan laporan polisi jika dia merasa terintimidasi. Karena itu, polisi bisa menindaklanjuti laporan itu.

Silakan laporkan karena jika dia tidak melaporkan maka polisi tidak akan menanganinya,” kata Kepala Hubungan Masyarakat Polisi Nasional Setyo Wasisto di Jakarta, Senin.

Setyo mengatakan belum ada laporan dari pengkhotbah karismatik. “Mungkin mereka yang mengancamnya adalah orang-orang yang membencinya atau mungkin mereka berasal dari jemaatnya sendiri yang merasa kecewa atas penolakannya untuk dicalonkan sebagai calon wakil presiden,” kata Setyo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *