TNI Polri Belum Menemukan Hubungan Kelompok Bersenjata Papua

TNI Polri Belum Menemukan Hubungan Kelompok Bersenjata Papua melalui Kadiv Humas Polri Brigjend Muhammad Iqbal mengatakan di sini pada hari Jumat bahwa polisi belum mengkonfirmasi jika kelompok kriminal bersenjata yang membunuh pekerja di Nduga, Papua Barat, baru-baru ini terhubung dengan Organisasi Papua Merdeka.

Berita Nasional.co – “Tim kami masih melakukan operasi penegakan hukum dan setelah mereka menyelesaikannya, kelompok-kelompok yang terlibat dan apakah mereka berafiliasi dengan OPM akan dikonfirmasikan secara terperinci,” katanya di Mabes Polri Yogyakarta.

Meskipun OPM telah mengaku bertanggung jawab, polisi mengatakan mereka tidak akan segera mengambil kesimpulan tetapi akan mempertimbangkannya.

“Kami memiliki Standard Operating Procedure (SOP) kami sendiri dan karena ini dalam koridor penegakan hukum, polisi akan berada di garis terdepan, sementara militer (TNI) hanya akan membantu. Kami memahami ada narasi oleh seseorang yang mengklaim menjadi juru bicara OPM. Kami akan mempertimbangkannya tetapi kami belum mengkonfirmasi hal yang sama. Kami tidak akan terprovokasi oleh propaganda mereka, “katanya.

Dia mengatakan polisi sudah tahu dari kelompok mana para penjahat itu berasal. “Kami tahu dari mana mereka berasal. Mungkin narasi mereka telah menyebar di media massa. Biarkan kami berdoa dan membantu polisi dan TNI sehingga proses hukum dapat segera dilakukan. Kami akan menemukan mereka di mana pun mereka berada,” katanya.

Iqbal mengatakan bahwa tim gabungan polisi dan TNI telah menjaga situasi di Nduga di bawah kontrol, mengevakuasi para korban dan membebaskan pekerja konstruksi jalan Trans-Papua yang dipegang oleh kelompok tersebut.

“Lebih dari selusin korban tewas telah dievakuasi dan bahkan dibawa ke keluarga mereka. Kami akan melakukan proses penyelidikan ilmiah. Itulah SOP yang kami lakukan,” katanya.

Pada 2 Desember 2018, anggota kelompok kriminal bersenjata membunuh beberapa pekerja yang membangun jembatan di atas Sungai Yigi.

Tim gabungan TNI Polri sejauh ini telah menemukan 16 mayat pekerja yang dibunuh yang dipekerjakan oleh perusahaan konstruksi PT Istaka Karya.

Tim berhasil mengevakuasi delapan orang yang selamat dan memindahkan delapan mayat dari Nduga ke Timika, Distrik Mimika, pada hari Kamis.

Jimy Aritonang, salah seorang yang selamat, ingat bahwa sekitar 50 pria bersenjata yang tergabung dalam kelompok terlarang, dipimpin oleh Egunius Kogoya, telah mengambil 25 pekerja dari kamp ke Gunung Kabo.

Ketika tiba di daerah pegunungan yang terpencil, para penjahat menembak para pekerja, yang tangannya terikat. Sekitar 14 orang tewas di tempat, sementara 11 lainnya pura-pura mati dan kemudian berusaha melarikan diri. Namun, lima orang kemudian ditangkap kembali dan dibunuh oleh para penjahat, sementara beberapa lainnya berhasil mencapai pos militer.

Para penjahat mengejar mereka ke pos militer dan terlibat dalam tembak-menembak dengan para petugas. Seorang perwira militer, yang diidentifikasi sebagai Sersan Pertama Handoko, tewas dalam serangan itu, sementara yang lain terluka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *