Tidak ada Bukti Pelanggaran Kampanye Pidato Habib Rizieq

Tidak ada Bukti Pelanggaran Kampanye Pidato Habib Rizieq oleh karena itu, Puadi mengundang orang-orang untuk mengajukan laporan tentang dugaan pelanggaran pada 212 Reuni Alumni. Dia menegaskan dugaan kasus tidak dapat diproses jika orang hanya berbagi pendapat di luar mekanisme hukum.

Bawaslu Jakarta meminta masyarakat untuk menunjukkan bukti dugaan pelanggaran dalam pidato Rizieq.

Berita Nasional.co – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta mengatakan ketua Dewan Pembina Ulama GNPF, pernyataan Habib Rizieq Shihab hidup mengalir dari Mekkah, Arab Saudi, selama 212 acara Reuni Alumni pada Minggu lalu (2 Desember) tidak melanggar aturan kampanye. Dia juga menegaskan pihaknya tidak ada bukti pelanggaran yang ditemukan pada acara Reuni Alumni 212 pada Minggu lalu (2 Desember).

“Apakah Habib Rizieq adalah peserta kampanye? Puadi mengatakan Bawaslu DKI akan memeriksa pidato Rizieq hanya jika agensi menerima laporan apa pun. Namun, sejauh ini tidak ada yang mengajukan laporan tentang dugaan pelanggaran peraturan kampanye yang dilakukan oleh Imam Besar Front Pembela Islam (FPI).

“Kami memeriksa pidato jika ada laporan dan jika tidak ada laporan yang diajukan maka kami tidak akan memprosesnya,” Puadi menjelaskan.

“Tunjukkan bukti-bukti, lalu kami akan memprosesnya,” tambah Puadi.

Menurut Puadi, Bawaslu akan memiliki tujuh hari sejak kasus tersebut dilaporkan, untuk mencari klarifikasi dugaan pelanggaran kampanye. Namun, selama tidak ada bukti laporan, tidak ada proses yang akan dilakukan oleh Bawaslu.

Sebelumnya, anggota Bawaslu Rahmat Bagja mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan polisi untuk mengeksplorasi unsur dugaan pelanggaran dalam pidato Habib Rizieq yang disiarkan melalui teleconference. Dia juga meminta Bawaslu DKI Jakarta untuk menyelidiki unsur dugaan pelanggaran dalam pidato.

Menurut Bagja, pidato itu harus dijelaskan, jadi tidak akan ada perbedaan pendapat dengan polisi. Investigasi Bawaslu DKI Jakarta akan fokus pada dua hal, yaitu untuk menilai apakah pidato Habib Rizieq direncanakan atau tidak dan apakah Habib Rizieq terdaftar sebagai salah satu tim sukses calon presiden atau tidak.

Bagja mengatakan jika Habib Rizieq bergabung dengan tim kampanye, maka dia tidak diijinkan memberikan pidato di 212 Alumni Reunion Rally. Dia menekankan pidato tersebut tidak diperbolehkan dalam pertemuan publik saat ini.

“Itu sebabnya kami memeriksa, siapa tahu jika dia (Habib Rizieq) bergabung dengan tim kampanye,” tambah Bagja.

Bagja mengatakan pidato Habib Rizieq adalah temuan Bawaslu. Sementara itu, Bawaslu DKI Jakarta mendapat tujuh hari untuk memeriksa temuan tersebut.

“Kami memeriksa dugaan pelanggaran, tujuh hari dihitung dari temuan itu ditemukan,” kata Bagja.

Dalam pidatonya, Habib Rizieq membawa kembali memori para peserta reuni tentang penyebab 212 reli. Menurut dia, reli 212 pada tahun 2016 adalah pertempuran ideologi, keyakinan dan propaganda.

Habib Rizieq memuji para peserta reli sebagai pejuang Al-Qur’an yang telah difitnah oleh gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama “Ahok”.

Habib Rizieq juga meminta peserta reuni untuk berkontribusi pada perjuangan untuk perubahan. Dia mengimbau para peserta aksi reuni 212 untuk memilih seorang pemimpin yang direkomendasikan oleh ulama di Forum Ijtima Ulema.

“Pilih pemimpin seperti yang direkomendasikan oleh hasil Ulem Ijtima,” kata Habib Rizieq.

Sebelumnya, ulama dalam pertemuan Ijtima II di Jakarta pada 16 September lalu telah menyatakan dukungan untuk calon presiden Prabowo Subianto dan cawapresnya, Sandiaga Uno untuk pemilihan tahun depan. Ulama Ijtima II memberikan dukungannya setelah Prabowo yang merupakan mantan komandan pasukan elit Angkatan Darat menyerang Kopassus, dengan menandatangani pakta integritas yang dibuat oleh Ulama.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *