Tidak Ada Bukti Baru Diajukan Kasus Ratna Sarumpaet

Tidak Ada Bukti Baru Diajukan Kasus Ratna Sarumpaet dan polisi telah mendelegasikan kembali berkas kasus Ratna Sarumpaet ke Kantor Kejaksaan pada hari Kamis. Kepala Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan Polda Metro Jaya AKP Nico Purba mengatakan tidak ada bukti baru yang diajukan

DMbet99 – Polisi telah mendelegasikan kembali berkas kasus Ratna Sarumpaet ke Kantor Kejaksaan pada hari Kamis.

Polda Metro Jaya telah mendelegasikan kembali berkas Ratna Sarumpaet ke Kantor Kejaksaan DKI Jakarta, Kamis (10 Jan) siang. 

Namun, Nico yakin kali ini polisi telah menyelesaikan aspek formal dan material dari berkas perkara tersebut. Dua puluh poin revisi telah dibuat ke file.

“Kami percaya bahwa file akan dinyatakan selesai (P21) sebelum periode penahanan pada tanggal 1 Februari,” kata Nico.

Sejauh ini, polisi telah memeriksa satu saksi baru, yaitu pengamat politik Rocky Gerung. Nico berharap pihak berwenang dapat berkoordinasi dengan baik untuk memenuhi materi kriminal.

P21 adalah pemberitahuan bahwa hasil investigasi selesai. P21 adalah salah satu kode sesuai dengan Surat Keputusan Jaksa Agung no 132 / JA / 11/94 tentang Administrasi Kasus Pidana.

Kasus ini bermula ketika Ratna yang merupakan salah satu juru bicara tim kampanye Prabowo-Sandiaga memutuskan untuk menjalani operasi kosmetik pada 21 September, tanpa persetujuan dari keluarganya. Keesokan harinya, foto dirinya dengan wajah bengkak beredar di media sosial. Kepada keluarganya, dia mengklaim itu adalah akibat dari serangan yang terjadi di Bandung, Jawa Barat.

Dia menyimpan rahasianya selama seminggu. Ratna juga menyembunyikan kebenaran dari teman-teman politisinya, termasuk Amien Rais, Prabowo Subianto, dan Fadli Zon. Pada 2 Oktober, Fadli mentweet tentang serangan itu dan itu menarik perhatian publik.

Malamnya, Ratna bertemu Prabowo dan tim kampanye nasional untuk mengklarifikasi tentang insiden tersebut. Ratna belum mengatakan yang sebenarnya. Prabowo kemudian membela dia, mengatakan bahwa dia akan bertemu dengan kepala polisi nasional untuk membahas kasus ini.

Menurut ketua tim kampanye Prabowo-Sandiaga Uno, Nanik S Deyang, insiden itu terjadi pada 21 September, di dekat Bandara Internasional Husein Sastranegara. Namun, pada 3 Oktober, polisi mengetahui bahwa Ratna tidak berada di Bandung hari itu, tetapi di rumah sakit Jakarta yang berspesialisasi dalam bedah kosmetik.

Ratna kemudian mengaku berbohong. Dia mengatakan gambar matanya yang bengkak yang menjadi viral adalah hasil dari sedot lemak dan meminta maaf kepada Prabowo dan publik atas penipuannya.

Polisi Jakarta menangkap Ratna ketika dia akan terbang ke Chili di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, untuk menghadiri konferensi penulis naskah internasional pada 4 Oktober. Dia ditunjuk sebagai tersangka berdasarkan Pasal 14 UU No. 1/1946 tentang pidana peraturan hukum dan Pasal 28 juncto Pasal 45 UU No. 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *