Polisi menyebut 51 tersangka, sebagian besar demonstran, setelah demonstrasi, kerusuhan

Polisi telah menunjuk 51 orang, sebagian besar demonstran, sebagai tersangka dan setelah serangkaian protes dan kerusuhan di Papua, Papua Barat dan Jakarta dalam dua minggu terakhir.

Berita Nasional.co – Juru bicara Kepolisian Nasional Brigjen. Jenderal Dedi Prasetyo membenarkan bahwa 30 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kerusuhan Kamis lalu di Jayapura, Papua.

“Tujuh belas orang ditangkap karena vandalisme, tujuh orang karena pencurian yang kejam, satu orang karena pembakaran, tiga orang karena kebencian dan provokasi, dan dua lainnya karena memiliki senjata tajam,” kata Dedi di Kabupaten Kepulauan Seribu pada hari Sabtu seperti dilansir kompas. com.

Sementara itu, 10 orang juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kerusuhan Rabu di Timika, Papua.

“Dari 34 orang yang ditangkap selama kerusuhan Bandar Judi Togel Dingdong Online itu, 10 orang ditetapkan sebagai tersangka,” juru bicara Kepolisian Nasional Sr. Comr. Asep Adi Saputra mengatakan pada hari Jumat.

Dia menjelaskan bahwa sembilan dari 10 yang diduga melakukan vandalisme di empat lokasi berbeda, yaitu kantor Dewan Legislatif Papua (DPRD), cabang regional Badan Narkotika Nasional (BNN), Grand Mozza Hotel dan kios Subur Jaya, sedangkan tersangka yang tersisa adalah didakwa dengan kepemilikan senjata tajam.

Polisi Papua Barat telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka dan pembakaran dan penjarahan dalam kerusuhan 19 Agustus di Manokwari.

“Tiga tersangka, MA, DA dan MI, ditangkap karena mereka melakukan kejahatan selama kerusuhan, bukan karena mereka memprotes,” kata kepala polisi Papua Barat Herry Rudolf Nahak dalam konferensi pers pada hari Jumat seperti dikutip oleh kompas.com.

MA dan DA, kata Herry, diduga merampok mesin ATM di depan gedung Majelis Rakyat Papua Barat (MRP) dan MI ditangkap karena diduga membakar bendera Indonesia selama kerusuhan.

Sementara itu, tujuh pelajar Papua dan seorang dari Jakarta juga disebut sebagai tersangka setelah penangkapan mereka di Jabodetabek karena mengibarkan bendera Bintang Kejora, simbol gerakan kemerdekaan Papua, dalam sebuah demonstrasi di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, pada hari Rabu. Juru Bicara Kepolisian Daerah Khusus Ibukota Jakarta Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan para tersangka telah didakwa melakukan pengkhianatan.

“Tindakan mereka telah mengganggu keamanan negara. Mereka melanggar pasal 106 dan 110 KUHP. Kami masih menyelidiki dan memeriksa tersangka, “kata Argo di Jakarta.

Pengacara Lembaga Bantuan Hukum Jakarta (LBH Jakarta) Nelson Simamora, yang mewakili mereka yang ditahan, mengidentifikasi tujuh siswa di The Jakarta Post sebagai Carles Kossay, Dano Tabuni, Ambrosius Mulait, Isay Wenda, Naliana Wasiangge, Wenebita Wasiangge dan Norince Kogoya.

Juru bicara Front Rakyat Indonesia untuk Papua Barat (FRI-Papua Barat) Surya Anta Ginting juga merupakan salah satu dari delapan tersangka yang ditangkap Polisi Jakarta karena pengkhianatan.

Sejauh ini, polisi mengklaim bahwa sembilan orang telah tewas dalam kerusuhan; lima di Deiyai ​​dan empat di Jayapura. Sementara itu, wakil bupati Deiyai ​​mengatakan delapan orang telah terbunuh di Kabupaten Deiyai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *