Terorisme Merupakan Musuh Semua Agama Ryamizard Ryacudu

Terorisme Merupakan Musuh Semua Agama Ryamizard Ryacudu mengatakan tindakan terorisme tidak ada hubungannya dengan agama. Aksi terorisme benar-benar musuh Islam, yang saat ini dianut oleh lebih dari dua miliar orang di seluruh dunia, Menteri Pertahanan Indonesia Ryamizard Ryacudu menyatakan. 

DMbet99 – Dia mengatakan bahwa tindakan terorisme tidak ada hubungannya dengan agama.
“Tindak teroris tidak mewakili Islam sama sekali. Islam tidak seperti itu. Sebaliknya, apa yang mereka miliki memang mencoreng citra Islam. Oleh karena itu, mereka sebenarnya adalah musuh sejati Islam,” ia menekankan di sini pada hari Kamis.

Berbicara kepada wartawan di sela-sela seminar yang berjudul “Memastikan Stabilitas Regional Melalui Kerja Sama dalam Penanggulangan Terorisme” yang diadakan sebagai bagian dari Pembelaan dan Forum Indo tahun 2018, dia mencatat bahwa Islam adalah “rahmatan lil alamin,” atau berkat bagi alam semesta.

Dalam menghentikan penyebaran terorisme dan melawan ancaman kejahatan terhadap kemanusiaan ini, kerja sama dan kolaborasi multilateral yang melibatkan semua elemen anggota masyarakat dalam suatu negara dianggap perlu, Ryacudu berkomentar.

Berbicara sehubungan dengan ideologi dan tindakan terorisme, Presiden Umum Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah Syeikh Abdurrahman As-Sudais menekankan bahwa mereka bertentangan dengan ajaran Islam yang mempromosikan belas kasih dan toleransi. Dia menegaskan kembali bahwa terorisme tidak memiliki agama dan budaya.

“Namun, beberapa pihak berusaha untuk mengubah citra Islam,” Sheikh As-Sudais mencatat dalam sebuah pernyataan baru-baru ini melalui layanan pesan singkat yang diterima.
Indonesia telah menjadi sasaran serangan oleh radikalisme

sejak tahun 2000, dan penyebaran radikalisme dan terorisme terus mengancam negara sampai sekarang.

Antara mencatat bahwa Mei lalu, sebuah gereja di kota Surabaya Jawa Timur diserang. Dua tahun lalu, para pendukung ISIS di Indonesia telah meluncurkan serangan bom bunuh diri dan menembak di Jakarta pada 14 Januari 2016, yang menyebabkan kematian delapan orang, termasuk tiga warga sipil yang tidak bersalah.

Insiden ini telah ditambahkan ke daftar serangan mematikan yang dilakukan oleh sel-sel radikalisme  di Indonesia. Dari tahun 2000 hingga 2012, lebih dari selusin serangan terjadi di ibu kota, termasuk pemboman kedutaan Australia pada 9 September 2004, dan pengeboman hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton pada 17 Juli 2009.


Salah satu cara terbaik untuk membebaskan Indonesia dari lingkaran setan radikalisme adalah memberdayakan perempuan di negara ini, karena mereka dapat secara aktif berkontribusi untuk menyelamatkan anak-anak Indonesia dari yang disesatkan oleh perekrut radikalisme.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *