Tentara Nasional Indonesia Tewas Ditembak Pemberontak Papua Bersenjata

Tentara Indonesia Tewas Ditembak Pemberontak Papua Bersenjata setelah kelompok pemberontak bersenjata membunuh seorang tentara Indonesia di Kecamatan Mbua, Distrik Nduga, Provinsi Papua, dalam serangan terhadap sebuah pos militer pada Minggu (2 Desember), seorang juru bicara polisi mengatakan di sini pada hari Selasa.

Berita Nasional.co – Kelompok Pidana Papua bersenjata menyerang sebuah pos militer pada hari Minggu. Konfirmasi tentang kematian tentara Indonesia diterima dari empat pekerja PT Istaka Karya yang selamat dari pembunuhan, juru bicara Komisaris Polisi Provinsi Papua Senior A. M. Kamal mengatakan.

Pada Selasa pagi, 153 personil militer dan polisi diangkut ke Mbua, yang merupakan kecamatan terdekat ke Kecamatan Yigi, ia mencatat, menambahkan bahwa dua dari empat pekerja yang selamat dari pembunuhan itu menderita luka tembakan ketika mereka ditemukan oleh polisi bersama dengan personel keamanan tugas.

Para pekerja yang terluka diidentifikasi sebagai Martinus Sampe dan Jefrianto, sementara dua orang yang selamat lainnya diidentifikasi sebagai Irawan, seorang karyawan Telkomsel, dan John, seorang pekerja dari sebuah pusat kesehatan setempat, tambahnya.

Empat orang yang selamat dikutip mengatakan bahwa separatis bersenjata menghancurkan pos militer di Kecamatan Mbua dan menewaskan satu tentara. Dalam melakukan serangan mereka, para pemberontak dibantu oleh sekitar 250 penduduk setempat, katanya.

Para pekerja, yang selamat dari serangan itu, telah diangkut ke Wamena untuk pemeriksaan medis.

Sementara itu, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa pembunuhan pekerja pembangunan jembatan di Provinsi Papua adalah tindakan menyeramkan. “Ini adalah bukti bahwa masih ada orang yang ingin membunuh orang yang terlibat dalam pembangunan. Ini adalah tindakan yang tidak bermoral,” kata Panjaitan.

Namun, dia mengakui bahwa dia belum menerima informasi lengkap tentang insiden yang menimpa pekerja konstruksi jembatan. Dia tidak tahu apakah para pekerja dijaga oleh personel Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Sebelumnya dilaporkan bahwa 31 pekerja perusahaan tewas dalam serangan itu. Namun, Direktur Utama PT Istaka Karya Sigit Winarto mengatakan bahwa perusahaan, sejauh ini, menegaskan bahwa 28 pekerja telah menjadi korban.

“Namun, kami masih berkoordinasi untuk mengetahui angka sebenarnya. Kami belum dapat memastikan jumlah korban,” kata Winarto saat konferensi pers di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan terkait dengan tragedi yang menimpa pekerja konstruksi jembatan di Provinsi Papua pada hari Selasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *