Temukan Kembali Indonesia Sesungguhnya Melalui Pameran Prestasi

Temukan Kembali Indonesia Sesungguhnya Melalui Pameran Prestasi Ketika Indonesia terpilih menjadi tuan rumah pertemuan tahunan Kelompok Bank Dunia, dunia sebenarnya telah temukan kepercayaannya dalam pembangunan luar biasa negara. Bukan hanya prestasi yang terkait dengan pembangunan fisik. Tetapi pengembangan sumber daya manusia dan karakter bangsa juga.

Berita Nasional.co – Sebagaimana ditekankan oleh Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde, pengelolaan ekonomi Indonesia saat ini telah dilakukan secara optimal melalui koordinasi antara pemerintah, Bank Indonesia (bank sentral) dan pihak-pihak terkait. Perekonomian Indonesia dikelola dengan sangat baik, Lagarde mencatat.

Indonesia sedang mengalami rebound dengan melakukan temukan lompatan besar dalam pembangunan, seorang Penasihat Khusus untuk Menteri Negara BUMN Judith Jubiliana Navarro Dipodiputro mengatakan.

Namun, tidak semua orang menyadari perkembangan di Indonesia.

“Itulah mengapa kami memiliki Paviliun Indonesia di sini sekarang, bertema Rediscovering Indonesia melalui etalase Keanekaragaman, Nilai, dan Inovasi Indonesia. Semua orang tahu Indonesia, tetapi tidak semuanya sadar akan pencapaian kami sekarang,” kata Judith.

Paviliun Indonesia adalah acara tambahan dari pertemuan tahunan IMF-WB yang diadakan di Nusa Dua di pulau resor Bali pada 8-14 Oktober.

Terletak di sebidang lahan 2.000 meter persegi, paviliun menampilkan prestasi Indonesia dalam pembangunan, bisnis, proyek strategis nasional, pariwisata dan keunikan seni dan budayanya.

Setengah dari lahan dialokasikan untuk usaha mikro, kecil dan menengah (UKM). Sebanyak 150 UKM yang mewakili 64 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia mengambil bagian dalam pameran ini.

“Ini mencerminkan bahwa keterlibatan publik di sektor riil penting untuk pembangunan. Semua elemen masyarakat terlibat dalam pembangunan,” kata Judith, seraya menambahkan bahwa hal itu juga menunjukkan keragaman Indonesia.

Ini akan memberitahu dunia bahwa keragaman adalah aset bagi Indonesia, katanya.

Paviliun dibagi menjadi tiga bagian, yaitu pameran seni dan kerajinan, pameran pariwisata dan infrastruktur.

Peserta dapat melihat dan membeli barang-barang seni dan kerajinan pilihan dari pengrajin Indonesia seperti batik, kain tenun, lukisan dan kerajinan kayu, belajar tentang sejarah produk, filosofi, dan demo saksi tentang bagaimana produk dibuat.

Pengunjung juga dapat melihat berbagai pameran kemajuan yang dicapai oleh Indonesia dalam pembangunan infrastruktur, dan prioritas masa depan termasuk proyek pipa, kisah sukses dalam kolaborasi dengan MDB, peluang investasi, dan alternatif pembiayaan.

Penasihat Khusus Menteri Negara BUMN Sahala Lumban Gaol mengatakan, Paviliun Indonesia bisa menjadi “jendela” bagi peserta pertemuan tahunan, untuk mendapatkan informasi tentang potensi, keindahan, dan keunikan Indonesia.

“Paviliun Indonesia menunjukkan Indonesia dalam jumlah, untuk menemukan kembali Indonesia sehingga orang akan melihat kemajuan pembangunan di Indonesia,” kata Sahala.

Pameran ini diselenggarakan oleh Kementerian Negara BUMN bekerjasama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Kementerian Komunikasi dan Informatika, dan Kementerian Keuangan.

“Intinya adalah kami ingin menunjukkan kepada dunia perkembangan di Indonesia saat ini,” katanya.

Sementara itu, ketua Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf mengatakan, Paviliun Indonesia akan mengekspos potensi usaha mikro, kecil dan menengah yang bergerak di industri kreatif.

“Ini akan mempromosikan Indonesia yang tidak hanyaditemukan pada sumber daya alam tetapi juga sumber daya non-alami seperti industri kreatif yang akan mengesankan para delegasi,” katanya.

Sekitar 34 ribu pengunjung diharapkan untuk menghadiri acara yang akan membawa dampak yang signifikan terhadap promosi industri kreatif negeri yang dipamerkan di Paviliun Indonesia.

Selain itu, UKM akan mendapatkan akses yang lebih luas ke dana modal, pasar, serta investasi, karena banyak dari delegasi ke pertemuan adalah pengusaha.

“Kekuatan ekonomi Indonesia ditemukan pada UKM, pekerja kreatif, dan pengrajin. Mereka lebih stabil dan bervariasi dan bahwa negara harus mendukung mereka,” tambahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *