Susilo Bambang Yudhoyono Menyesalkan Prabowo Mengungkapkan Preferensi Politik Almarhum Istri

Susilo Bambang Yudhoyono Menyesalkan Prabowo Mengungkapkan Preferensi Politik Almarhum Istri, Kehilangan calon presiden, kunjungan Prabowo Subianto ke kediaman mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk berduka atas meninggalnya mantan ibu negara Kristiani “Ani” Herrawati tampak mulai suram pada akhir hari.

Berita Nasional.co – Mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono berbicara kepada wartawan setelah menyambut calon presiden Prabowo Subianto di rumahnya di Cikeas, Jawa Barat, pada hari Senin. Prabowo menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Yudhoyono setelah meninggalnya Ani Yudhoyono.

Apa yang seharusnya menjadi pesan sepenuh hati dalam memoriam dari mendiang istri Yudhoyono, yang meninggal pada hari Sabtu, mendapat giliran yang pahit ketika Prabowo menyebut preferensi politik Ani dalam duka ketika berbicara dengan wartawan pada hari Senin.

Prabowo mengunjungi kediaman pelindung Bandar Judi Togel Dingdong Online Partai Demokrat di Cikeas, Jawa Barat, pada hari Senin, di mana ia menyatakan belasungkawa atas meninggalnya Ani sebelum Yudhoyono dan keluarganya.

Setelah pertemuan itu, Prabowo ditanyai oleh wartawan tentang kenangan yang ia bagikan dengan mantan ibu negara, dan ia menjawab bahwa ia kenal Ani dan ayahnya, Lieut. Jenderal (Purn) Sarwo Edhie Wibowo, sejak ia masih remaja.

“Saya pikir [Ani] adalah istri yang sangat mendukung suaminya, [wanita] yang cerdas dan loyal,” kata Prabowo dalam pernyataan publik yang disiarkan televisi.

Namun, Prabowo, yang pencalonannya juga didukung oleh Partai Demokrat, melanjutkan dengan mengungkapkan kandidat presiden yang dipilih Ani selama pemilihan presiden 2014 dan 2019.

Yudhoyono, yang didampingi oleh pasangan calon Prabowo pada tahun 2014 Hatta Rajasa dan sekretaris jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan, berdiri di belakang Prabowo ketika mantan jenderal itu membuat pernyataannya.

Prabowo meninggalkan kediaman Yudhoyono tak lama setelah dia menyelesaikan pidatonya. Yudhoyono segera mendekati wartawan yang merekam situasi dan meminta mereka untuk tidak mempublikasikan atau menyiarkan bagian dari pernyataan yang mengungkapkan preferensi politik Ani.

“Tolong pahami perasaan kita karena kita masih berduka. Saya pikir itu tidak pantas [untuk mengungkapkan siapa yang telah dia pilih di masa lalu]. Ibu Ani baru saja meninggal dan dia tidak ingin disebutkan dalam kaitannya dengan politik apa pun, ”kata Yudhoyono kepada media. (afr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *