Sumatera Utara berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca

Pemerintah Sumatera Utara telah menyatakan komitmennya untuk melanjutkan upaya-upaya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca ketika mereka bersiap untuk menghadiri Konferensi Para Pihak (COP) 25 di Chili pada 2-8 Desember.

Berita nasional.co – Terdaftar sebagai pengamat pada konferensi perubahan iklim, pemerintah juga telah menyatakan komitmennya untuk meningkatkan indeks kualitas lingkungannya.

Kepala badan lingkungan provinsi, Binsar Situmorang, mengatakan pihaknya terus berupaya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca di sektor energi, pertanian, kehutanan, dan limbah menjelang konferensi.

Bersama dengan pemerintah kabupaten / kota, Binsar mengatakan, badan tersebut telah melakukan mitigasi dan aksi adaptasi perubahan iklim melalui program desa iklim (Proklim) pada sistem registrasi nasional.

“Sumatera Utara serius dengan Proklim,” katanya bandar judi togel dingdong online baru-baru ini, menambahkan bahwa lima dari 27 desa di kabupaten / kota di provinsi tersebut siap untuk mewujudkan Proklim.

Sebagai contoh, ia membahas penanaman pohon di desa Lubuk Kertang, Kabupaten Langkat, pada hari Jumat.

Langkah ini dipuji oleh kepala Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Agus Justianto.

Dia mengatakan langkah itu sejalan dengan janji pemerintah untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen, di mana 17 persen berasal dari sektor kehutanan, 11 persen dari sektor energi dan sisanya 1 persen dari limbah.

“Koordinasi dan partisipasi aktif antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat adalah penting dalam upaya ini,” kata Agus, yang mengungkapkan harapan untuk keberhasilan Indonesia dalam perjuangannya melawan perubahan iklim.

Kepala tim ahli dari unit kerja kepresidenan tentang kontrol perubahan iklim (UKP-PPI), Amanda Kaliti, mengatakan orang harus menanggapi upaya kontrol perubahan iklim.

Di tengah pemanasan global, yang telah berlangsung selama satu dekade, penghematan energi dan penanaman pohon diperlukan. Dia mengatakan sudah waktunya bagi semua orang untuk menyadari pentingnya menghemat energi.

Dia juga mendorong orang untuk menanam pohon dan mengurangi penggunaan botol plastik dan kertas.

“Adalah tanggung jawab semua orang untuk mengurangi pemanasan global dan perubahan iklim,” kata Amanda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *