Sidang Pleno Parlemen Loloskan Undang-Undang RAPBN 2019

Sidang Pleno Parlemen Loloskan Undang-Undang RAPBN 2019 dan mencerminkan optimisme sekaligus kehati-hatian, kata Sri Mulyani.
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah mengesahkan rancangan anggaran negara (RAPBN) 2019 dalam sidang pleno di sini pada hari Rabu.  Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan rancangan anggaran mencerminkan optimisme sekaligus kehati-hatian di tengah lingkungan yang penuh tantangan.

“Kehati-hatian dan kewaspadaan tidak menunjukkan bahwa ekonomi dan anggaran negara kita rentan, tetapi kita ditetapkan untuk menjaga momentum positif untuk menang,” kata Sri Mulyani.

Berita Nasional.co – Menteri menunjuk sejumlah tantangan konkret pada tahun 2019 termasuk ketidakpastian ekonomi global yang dibawa oleh proses normalisasi dalam kebijakan moneter AS, apresiasi dolar AS dan pengetatan likuiditas yang menghasilkan arus keluar modal dari negara berkembang.
Kondisi ini lebih buruk akibat perang perdagangan yang berlarut-larut antara Amerika Serikat dan China, ketidakpastian dalam skenario Brexit, dan ketegangan geopolitik di sejumlah bagian dunia yang berkontribusi terhadap pertumbuhan risiko pertumbuhan ekonomi global yang negatif, katanya.

“Target ekonomi kita harus lebih realistis dengan menyesuaikan dengan kondisi ekonomi global bahwa kebijakan fiskal kita hingga 2019 anggaran negara lebih kredibel dan selektif,” katanya.

Target yang ditetapkan dalam anggaran negara 2019 adalah:

* pertumbuhan ekonomi 5,3 persen

* inflasi 3,4 persen

* Nilai tukar rupiah 15.000 per dolar AS

* Harga minyak Indonesia US $ 70 per barel

* lifting minyak per hari 775.000 barel per hari

* lifting gas per hari 1.250.000 barel setara minyak

* dan suku bunga pada 3-montyh SPN (treasury bill) sebesar 5,3 persen.

Berdasarkan asumsi, target penerimaan negara ditetapkan sebesar Rp2.165,1 triliun dan belanja negara sebesar Rp2.461,1 triliun – atau defisit anggaran sebesar Rp296 triliun, atau 1,84 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) negara itu. Itu lebih rendah dari target defisit 2018 sebesar Rp314,2 triliun atau 2,12 persen dari PDB.

Reaksi fraksi

Wakil ketua Departemen Anggaran DPR Ahmad Rizki Sadig membacakan reaksi faksi-faksi partai politik terhadap anggaran negara 2019. Fraksi PDIP, Golkar, Demokrat, PAN, PKB, PPP, Nasdem dan Hanura menyetujui rancangan anggaran negara 2019 untuk disahkan menjadi UU.

Ahmad Rizki mengatakan faksi Gerindra memilih tidak memberikan pendapat. Sementara itu, fraksi PKS menerima anggaran dengan 42 anotasi seperti revisi nilai rupiah yang signifikan terhadap dolar sebagai kegagalan pemerintah untuk meningkatkan daya saing ekonomi negara di pasar global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *