Sidak Harga Barang Kebutuhan Pokok Pasar Sidoharjo

Sidak Harga Barang Kebutuhan Pokok Pasar Sidoharjo “Biasanya, cara terbaik adalah melakukan cek harga di pasar. Saya mengamati bahwa saat saya pergi ke Bogor (pasar), harga cabai masih di atas Rp30 ribu, tapi saya sudah membeli seharga Rp17 ribu,” Presiden menyatakan di Pasar Sidoharjo pada hari Senin.

Berita Nasional.co – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau harga barang-barang makanan di Pasar Sidoharjo, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Presiden pergi berbelanja di pasar setelah meresmikan masjid kampus “Ki Bagus Hadikusumo” dan perubahan dalam bentuk Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan meletakkan batu pertama dari bangunan menara Muhammadiyah Universitas Lamongan di kampus Lamongan STIKES.

Saat akan berbelanja, presiden didampingi oleh Ibu Negara Iriana dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

Presiden tampaknya membeli cabai, kacang tanah, wortel, dan sawo dan bertanya tentang harga beras.

“Sebenarnya, jangan terlalu tinggi tetapi jangan terlalu rendah, karena jika Anda rendah, para petani menyesal, dan jika Anda terlalu tinggi, Anda minta maaf,” kata presiden itu.

Dia menyatakan bahwa tugas pemerintah adalah menjaga harga komoditas pokok yang stabil.

“Ini adalah keseimbangan yang harus kita jaga, sehingga` pasokan` dan `permintaan` berada dalam posisi yang baik, stabil dan harga tidak terlalu banyak tetapi juga jatuh, “tambah sang presiden.

Dia mengakui sedikit kenaikan harga barang, tetapi ada juga penurunan harga.

“Harga cabai naik dari di atas Rp30 ribu menjadi Rp17 ribu. Harga beras naik sedikit, tapi ini stabil. Gubernur (Seokerwo) mengatakan bahwa tingkat inflasi 1,78 sangat stabil,” kata presiden.

Dia juga meminta agar orang-orang harus mengunjungi pasar untuk memeriksa sendiri harga sebenarnya ketika para pihak menyatakan bahwa harga sudah naik.

“Ya, itu sidak pasar itu sendiri. Bagaimana bisa (inflasi) 1,78 di Jawa Timur akan meningkat? Stabilitas harga telah dipertahankan di Jawa Timur, dan secara nasional, inflasi berada pada 3,5 (persen), yang berarti harga yang dikendalikan tidak diperhitungkan ketika harga satu barang cocok. Kenaikan langsung (semua) dipanggil, meskipun kenaikan harga biasa adalah normal, “presiden menjelaskan.

Ibu Negara Iriana membeli 20 butir telur asin seharga Rp80 ribu dan pepaya.

Wanita pertama tidak tawar-menawar harga barang dan segera menyerahkan Rp100 ribu kepada pedagang tanpa meminta perubahan. Untuk lebih detailnya silahkan anda klik disini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *