23 anggota kru tidak bertanggung jawab atas serangan kapal

Nasib 23 dari 36 pelaut di atas kapal penangkap ikan KM Mina Sejati masih belum jelas setelah insiden di Laut Aru, Maluku pada hari Sabtu, yang menewaskan beberapa awak kapal dan dua lainnya tewas. Di antara 23 adalah tiga pelaut yang diyakini telah menyerang sesama awak mereka dengan parang saat mereka tidur. Secara keseluruhan 11 pria diyakini selamat dari serangan kapal itu.

Berita nasional.co – Angkatan Laut percaya setidaknya tujuh orang tewas, tetapi sejauh ini hanya dua mayat yang ditemukan, kompas.com melaporkan pada hari Kamis.

“Beberapa pelaut tewas seketika dalam tidur mereka dan yang lain meninggal setelah menyerah pada luka tusuk,” kata komandan pangkalan Angkatan Laut Aru, Letnan Kolonel Suharto Silaban, berdasarkan laporan para penyintas.

Seorang yang selamat melihat mayat rekan-rekan seperjuangannya setelah dibangunkan oleh suara keras, dia kemudian menyaksikan ketiga tersangka itu menebas sisa awak kapal dengan parang. Beberapa anggota kru melompati papan untuk menghindari serangan kapal.

Suharto mengatakan bahwa dari tujuh orang yang diperkirakan telah meninggal, lima orang diyakini telah tewas seketika di atas kapal sementara dua orang meninggal karena cedera ketika berusaha berenang ke kapal terdekat KM Gemilang Samudera, yang berusaha menyelamatkan para awak yang melarikan diri.

Juru bicara Angkatan Laut Laksamana Bandar judi togel dingdong online Pertama Mohammad Zaenal mengatakan motif tersangka masih belum diketahui dan sulit ditentukan karena masih hilang.

Angkatan Laut percaya setidaknya tujuh orang tewas, tetapi sejauh ini hanya dua mayat yang ditemukan, kompas.com melaporkan pada hari Kamis.

“Beberapa pelaut tewas seketika dalam tidur mereka dan yang lain meninggal setelah menyerah pada luka tusuk,” kata komandan pangkalan Angkatan Laut Aru, Letnan Kolonel Suharto Silaban, berdasarkan laporan para penyintas.

“Kami tidak yakin alasan mereka melakukan serangan kapal. Kami memprioritaskan pencarian para pelaut yang hilang, ”kata Mohammad.

Kepala Kepolisian Kepulauan Aru Adj. Sr. Comr. Adolof Bormasa percaya bahwa ada semacam perselisihan di antara para kru.

“Kami pikir mungkin ada masalah pribadi dengan beberapa pelaut. Namun, kami tidak dapat mengkonfirmasi ini pada saat ini, “kata Adolof pada hari Minggu.

Angkatan Laut percaya bahwa ketiga penjahat itu melakukan bunuh diri setelah membunuh sesama awak mereka. (bry)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *