Senjata Nuklir Menjadi Ancaman Perdamaian Global Dunia

Senjata Nuklir Menjadi Ancaman Perdamaian Global Dunia demikian dikemukakan oleh Bapak Presiden Jokowi didepan kuliah terbuka di Korea Selatan pada Universitas Hankuk di Seoul. Senjata nuklir bisa membuat kerusakan yang dasyat sehingga untuk membangunnya kembali sangat susah dan belum lagi paparan radioaktif nuklir.

Berita Nasional – Jokowi memberikan kuliah umum di Universitas Hankuk di Seoul.
Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengatakan di sini pada Selasa bahwa senjata nuklir telah menjadi salah satu ancaman saat ini untuk perdamaian dunia. Dia menyatakan bahwa dalam kuliah umum untuk mahasiswa Bahasa Indonesia-Bahasa Malaysia Hankuk Univesity di Seoul, pada hari Selasa (11 September).

“Ancaman nuklir adalah salah satu dari beberapa tantangan yang dihadapi dunia saat ini,” katanya.

Terlepas dari ancaman nuklir, dunia kini juga menghadapi tantangan keamanan, seperti di Afghanistan, Timur Tengah, dan Negara Bagian Rakhine di Myanmar. “Populisme, proteksionisme, dan unilateralisme meningkat di berbagai penjuru dunia,” katanya.

Indonesia telah diberi mandat oleh konstitusi untuk membantu melestarikan perdamaian dunia, sehingga akan memainkan perannya, kata Jokowi. Dia menambahkan bahwa Indonesia akan memainkan peran dalam aspek agama dalam menangani berbagai macam konflik internasional.

“Ini adalah hal konkret untuk mendorong kebenaran. Kami akan melakukan sejauh yang kami bisa,” jelasnya.

Tentang hubungan antara Indonesia dan Korea, ia mengungkapkan bahwa kedua negara adalah mitra alami untuk kerja sama menuju agenda internasional yang akan progresif bagi dunia. “Kami berdua mengikuti demokrasi. Secara demografis, kami saling melengkapi, dengan 60 persen penduduk Indonesia berusia di bawah 30 tahun,” ia menjelaskan.

Dalam sebuah jawaban untuk pertanyaan dari salah satu siswa mengenai persatuan antara Korea Selatan dan Korea Utara, Jokowi mencatat bahwa dia senang ketika Presiden Moon Jae-in bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. “Itu adalah momen bersejarah. Mereka adalah saudara dekat dari suku yang sama, jadi pertemuan di antara mereka adalah hal yang normal untuk dilakukan. Saya senang melihatnya,” katanya.

Dia menyatakan bahwa dia juga senang melihat perdana menteri Korea Selatan dan wakil perdana menteri Korea Utara hadir di Asian Games 2018 baru-baru ini.

“Ini menunjukkan persaudaraan dan persatuan antara Korea Utara dan Korea Selatan. Ini dekat dengan kenyataan, dan kami berharap itu akan benar-benar terjadi. Energi perdamaian akan mulai dari Korea,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *