Satgas RI Malaysia Menyita 324 botol Minuman Keras Ilegal

Satgas RI Malaysia Menyita 324 botol Minuman Keras Ilegal melalui kerjasama Satuan Pengamanan Perbatasan Indonesia-Malaysia (Satgas Pamtas) Batalyon Raider 613 / Raja Alam telah berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 324 botol minuman keras, yang diduga dipasok dari Malaysia.

Berita Nasional.co – “Sekitar 324 botol alkohol selundupan disita oleh anggota di Sungai Pensiangan, Desa Labang, Kecamatan Lumbis Ogong, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara,” Kepala Penerangan untuk Militer 091 / ASN, Kapten Arh Asrul Aziz, menyatakan di Samarinda pada hari Senin.

Insiden itu terjadi ketika anggota Pos Labang SSK IV di Brigade Satuan Tugas Indonesia-Malaysia Batalyon 613 / Raja Alam mengawal pos pada 30 November.

Sekitar pukul 03.00 pagi, perahu Ketinting terlihat dari jarak 80 meter, tanpa mesin dan dengan satu penumpang, menyeberangi sungai tanpa penerangan.

Karena dicurigai, para anggota memberikan sinyal senter dan memerintahkan pengemudi perahu Ketinting untuk berhenti di depan pos.

Namun perintah itu diabaikan dan pengemudi perahu memilih melarikan diri dengan melompat ke Sungai Pensiangan. Perahu itu hanyut dan akhirnya kandas di delta sungai.

Para anggota kemudian melaporkan kejadian itu kepada Komandan SSK IV, Kapten Inf Handoko dan Komandan Pos Labang. Dua anggota pos diperintahkan untuk berenang menyeberang ke delta sungai untuk merebut perahu yang kandas.

Sekitar 30 menit kemudian, perahu itu berhasil ditarik ke pinggir dekat Pos Labang. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ada 13 kotak berisi 324 botol alkohol dari berbagai merek tanpa dokumen.

Komandan Brigade Satuan Tugas Pamitas Indonesia-Malaysia 613 / Raja Alam, Letnan Kolonel Inf Fardin Wardhana mengungkapkan bahwa pelaku yang melarikan diri ingin diduga menyelundupkan alkohol dari Malaysia ke Indonesia dengan memanfaatkan jalur sungai yang melintasi perbatasan.

Para pelaku mencoba menggunakan jam-jam awal untuk mengelabui petugas di perbatasan. Selanjutnya, Komandan SSK IV menyerahkan minuman beralkohol kepada Polisi Sektor Lumbis untuk penyelidikan lebih lanjut.

“Terjadi peningkatan kasus penyelundupan alkohol di perbatasan. Kami berharap publik dapat bekerja sama dengan melaporkan hal-hal yang mencurigakan kepada petugas, sehingga kami dapat bersama-sama memerangi penyelundupan alkohol di masa depan,” kata Wardhana.

Dia menambahkan bahwa hingga saat ini, Brigade Satuan Tugas Pamilas Indonesia-Malaysia 613 / Raja Alam berhasil mengamankan 1.605 botol minuman beralkohol ilegal selama penugasan 3,5 bulan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *