Samsung bekerja sama dengan Dana, GoPay untuk menyediakan Samsung Pay

Samsung pay direncanakan oleh samsung dengan dana. Perusahaan teknologi Samsung Electronics Indonesia bekerja sama dengan e-wallet Dana dan platform pembayaran digital Gojek GoPay untuk menyediakan pengguna smartphone Samsung dengan Samsung Pay, sebuah aplikasi yang akan mengintegrasikan dua layanan e-wallet.

Berita Nasional.co – Kepala pemasaran produk Samsung Indonesia untuk IT dan seluler Denny Galant mengatakan platform ini akan meningkatkan pengalaman pelanggan dengan menyediakan akses mudah ke aplikasi pembayaran digital melalui Samsung Pay.

“Samsung Pay bukan aplikasi pembayaran digital, ini adalah aplikasi untuk memudahkan akses pengguna ke platform pembayaran digital, yaitu Dana dan GoPay,” kata Denny kepada wartawan saat konferensi pers mengenai platform di Jakarta pada Kamis.

Berdasarkan pengamatan The Jakarta Post, pengguna Samsung yang telah mengunduh platform dapat menggunakan aplikasi dengan menggesekkan layar kunci ponsel cerdas mereka tanpa harus membuka kunci ponsel. Setelah itu, pengguna Samsung dapat Bandar judi togel dingdong online secara otomatis menggunakan Dana untuk transaksi menggunakan kode QR. Sementara itu, GoPay akan tersedia di platform pada tahun 2020.

Denny mengatakan aplikasi itu akan meminta pengguna untuk memasukkan nomor identifikasi pribadi (PIN) akun Dana atau GoPay mereka untuk tujuan keamanan, menambahkan bahwa aplikasi itu tersedia untuk semua produk ponsel pintar Samsung dengan sistem operasi Android 9 Pie.

Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh Kadence Indonesia awal tahun ini, 57 persen pengguna ponsel pintar di negara ini memiliki uang elektronik, baik berbasis aplikasi atau berbasis kartu, dengan 89 persen memilih pembayaran berbasis aplikasi. Dari 89 persen, 20 persen menggunakan lebih dari satu aplikasi pembayaran digital.

Berbicara dalam briefing yang sama, CEO Dana Vincent Iswara mengatakan kolaborasi tersebut bertujuan untuk berkontribusi pada inklusi keuangan di Indonesia. “Dengan penetrasi pasar Samsung yang luas di Indonesia, kolaborasi kami akan meningkatkan inklusi keuangan.”

Samsung memiliki pangsa pasar 24 persen di Indonesia pada kuartal kedua, menurut data dari lembaga riset pasar Canalys. Ini menandai pertama kalinya ia dikalahkan oleh produsen smartphone Cina OPPO, yang mengklaim gelar raja smartphone Indonesia dengan pangsa pasar 26 persen.

Namun hasil yang berbeda ditemukan oleh perusahaan riset Counterpoint Research, yang merilis pada Agustus sebuah laporan pangsa pasar mengenai penjualan ponsel pintar di Indonesia pada kuartal kedua tahun 2019. Menurut Counterpoint Research, Samsung tetap menang di tempat pertama dengan pangsa pasar 27 persen diikuti oleh Xiaomi dan Oppo dengan masing-masing 21 persen dan 17 persen pangsa pasar.

Ketika ditanya tentang target Samsung selama peluncuran aplikasi, Denny mengatakan perusahaan tidak menetapkan target spesifik pada tahun 2020 selain untuk memberikan pengalaman yang lebih baik kepada pengguna. Namun, dia mengatakan bahwa perusahaan akan terbuka untuk bekerja dengan aplikasi pembayaran digital lainnya.

Versi Samsung Pay Indonesia berbeda dari platform yang sama di negara lain, dengan yang pertama memberikan akses ke aplikasi pembayaran digital berbasis QR, sedangkan yang terakhir hanya berlaku untuk kartu kredit dan kartu debit, Denny menambahkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *