Reuni Alumni 212 Berakhir Damai Tanpa Tindakan Anarkis

Reuni Alumni 212 Berakhir Damai Tanpa Tindakan Anarkis dan Pemerintah daerah Jakarta juga memuji pelaksanaan pertemuan 212 sebagai acara yang sangat teratur. Gubernur Jakarta Anies Baswedan mengatakan reuni penting dari 212 program alumni diselenggarakan dengan rapi.

Berita Nasional.co – Dihadiri oleh sekitar tiga juta peserta, pelaksanaan Reuni Alumni 212 di Monumen Nasional (Monas) pada hari Minggu berlangsung dengan aman dan damai secara tertib.

Pelaksanaan tertib acara ini dipuji oleh Kepolisian Nasional, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dan Gubernur DKI Jakarta.

Juru Bicara Polisi Nasional Brig. Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan pihaknya menghargai pelaksanaan damai dari reli yang berlangsung secara teratur. “Ini sangat kondusif. Ini adalah keberhasilan kerja sama antara Kepolisian Republik Indonesia dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang mengamankan kegiatan, sehingga berjalan sangat kondusif,” kata Brigjen. Jenderal Prasetyo mengatakan pada hari Minggu.

Dia mengatakan bahwa situasi yang kondusif tidak dapat dipisahkan dari peran 212 peserta Reuni yang membantu menjaga ketertiban selama acara. “Masyarakat semakin sadar dan pandai bahwa keamanan telah menjadi tanggung jawab bersama mereka,” katanya.

Apresiasi atas pelaksanaan yang damai dan tertib dari pertemuan itu juga datang dari Ketua MPR, Zulkifli Hasan. “Alhamdulillah, itu berjalan dengan tertib, kami menghargainya,” kata Hasan.

Dia menyerukan kepada peserta dan penyelenggara reuni untuk merintis cara tertib seperti itu untuk pemilihan presiden pada tahun 2019.

“Saya mengajak Anda semua bahwa dalam tahun politik ini semua akan membantu menciptakan kondisi yang kondusif untuk pemilihan yang damai dan persaingan yang bersahabat. Pemilihan presiden adalah untuk kita berdaulat, dan bersatu. Saya harap itu ramah dan dapat dipelopori. oleh 212 (alumni), “katanya.

Baswedan mengatakan, acara Reuni Alumni 212 memberikan manfaat ekonomi luar biasa bagi warga Jakarta. “Jakarta menerima kedatangan orang-orang yang membantu menggerakkan ekonomi. Banyak hotel yang penuh, warung kuliner mendapat manfaat luar biasa, jadi pertemuan ini adalah banyak berkah bagi perekonomian,” kata gubernur.

The 212 acara Reuni tiba-tiba mengirim banyak pelanggan ke bisnis makanan dan minuman, jadi untuk usaha kecil dan mikro, gerakan luar biasa, katanya.

Selain Ketua MPR Zulkifli Hasan, ada sejumlah tokoh lain yang juga menghadiri reuni 212, termasuk Gubernur Jakarta Anies Baswedan, Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional Amien Rais, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid dan Calon Presiden No. 02 Prabowo Subianto.

The 212 Alumni Rally didirikan untuk mengumpulkan orang-orang yang terlibat dalam rapat umum pada 2 Desember 2016 yang menyerukan penuntutan gubernur Jakarta-saat itu Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok atas penodaan agama. Ketika reli diadakan untuk pertama kalinya, dihadiri oleh sekitar tujuh juta.

Kali ini, panitia memperkirakan bahwa sekitar tiga juta peserta ambil bagian dalam pertemuan hari Minggu. “Kami memperkirakan bahwa tiga juta orang yang ambil bagian dalam Pagi Reuni Alumni pagi ini, atau jumlah yang sama seperti tahun lalu,” kata Bamukmin, ketua panitia acara.

Bamukmin menjelaskan bahwa peserta telah tiba sejak Sabtu (1 Desember) dari sejumlah daerah. Panitia telah menyiapkan pos komando untuk menampung mereka di sejumlah masjid di sekitar Monas. “Ini momentum kebersamaan dan perdamaian,” katanya.

Para peserta berasal dari Jakarta dan kota-kota satelitnya (Jabodetabek). Mereka memadati tempat-tempat reli di alun-alun Monas dan memenuhi jalan raya Jl HM Thamrin dan jalan-jalan lain menuju ke Monas.

Dibalut pakaian putih, para peserta reli datang ke Monas dengan transportasi umum dan kereta komuter KRL. Di sejumlah jalan, beberapa peserta yang ikut serta dalam reli datang menggunakan sepeda motor. Mereka menerbangkan bendera dengan kata tauhid.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *