Rentetan Cerita Kasus Penipuan Hoaks Ratna Sarumpaet

Rentetan Cerita Kasus Penipuan Hoaks Ratna Sarumpaet Saat itu, Polda Metro Jakarta sudah melakukan investigasi. Karena itu, pada tanggal 2 Oktober, polisi menyiapkan surat untuk memanggil Amien pada tanggal 5 Oktober. “kami memiliki informasi awal bahwa Amien Rais adalah tokoh yang mendengarkan pengakuan Ratna dan berdasarkan itu kami perlu meminta klarifikasi,” kata Setyo di kantornya, Jakarta, pada hari Rabu.
Kasus penyerangan palsu

Berita Nasional – Kasus dimulai ketika Ratna yang merupakan salah satu juru bicara tim kampanye Prabowo-Sandiaga memutuskan untuk melakukan bedah kosmetik pada 21 September tanpa persetujuan dari keluarganya. Keesokan harinya, foto dirinya dengan wajah bengkak beredar di media sosial. Kepada keluarganya, dia mengaku itu adalah hasil dari sebuah serangan yang terjadi di Bandung, Jawa Barat.

Dia menyimpan rahasianya selama seminggu. Ratna juga menyembunyikan kebenaran dari teman-teman politisinya, termasuk Amien Rais, Prabowo Subianto, dan Fadli Zon. Pada 2 Oktober, Fadli men-tweet tentang serangan itu dan itu menarik perhatian publik.

Malam itu, Ratna menemui Prabowo dan tim kampanye nasionalnya untuk mengklarifikasi tentang insiden tersebut. Ratna belum mengatakan yang sebenarnya. Prabowo kemudian berdiri untuknya, mengatakan dia akan bertemu kepala polisi nasional untuk membahas kasus ini.

Menurut ketua tim kampanye Prabowo-Sandiaga Uno, Nanik S. Deyang, rentetan insiden itu terjadi pada 21 September, dekat Bandara Internasional Husein Sastranegara. Namun, pada 3 Oktober, polisi menemukan bahwa Ratna belum di Bandung hari itu, tetapi di rumah sakit Jakarta yang mengkhususkan diri dalam bedah kosmetik.

Ratna kemudian mengaku telah berbohong. Dia mengatakan foto-foto mata bengkaknya yang menjadi viral adalah hasil sedot lemak dan meminta maaf kepada Prabowo dan publik atas penipuannya.

Polda Metro Jaya menangkap Ratna ketika akan terbang ke Chile di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, untuk menghadiri konferensi dramawan internasional pada Kamis (4 Oktober). Dia disebut sebagai tersangka di bawah Pasal 14 UU No. 1/1946 tentang peraturan hukum pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 UU No. 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *