Realisasi Belanja Modal Negara Indonesia Mencapai 62,9 persen

Realisasi Belanja Modal Negara Indonesia Mencapai 62,9 persen melalui kesempatan ini, Sri Mulyani juga menjelaskan realisasi belanja pegawai, yang telah mencapai Rp315,2 triliun, atau 86,2 persen dari plafon Rp33,7 triliun, dan belanja barang sebesar Rp264,7 triliun, atau 77,8 persen dari plafon Rp340,1 triliun.

Berita Nasional.co -Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, realisasi belanja modal hingga akhir November 2018 telah mencapai Rp128,8 triliun, atau 62,9 persen dari pagu dalam APBN, sebesar Rp203,9 triliun.

“Ukuran belanja modal kecil, tetapi penyerapan dalam persentase lebih baik dari tahun lalu,” kata Mulyani pada pertemuan media di Nusa Dua, Bali, pada hari Kamis.

Mulyani menjelaskan bahwa realisasi belanja modal ini sebesar 42 persen telah digunakan untuk pembangunan jalan, irigasi, dan jaringan; 33 persen untuk pembelian peralatan dan mesin; dan 19 persen untuk pembangunan dan pemeliharaan konstruksi lainnya.

Ia memperkirakan realisasi belanja modal pada akhir tahun bisa mencapai 90,9 persen karena kontribusi pembangunan infrastruktur dan peningkatan fasilitas pendukung lainnya.

Namun, ada beberapa alasan mengapa belanja modal pada 2018 tidak optimal. Salah satu alasannya adalah karena pengeluaran potensial dari Departemen Pertahanan, yang tidak diserap, mencapai Rp9,6 triliun.

Mereka menunda belanja modal sebagian karena pembelian pesawat KFX senilai Rp3 triliun yang masih diblokir. Ada kegiatan senilai Rp411,9 miliar yang belum memungkinkan untuk dibayar sesuai rekomendasi Menteri Koordinator Politik dan Keamanan.

Untuk belanja Lembaga non-kementerian, ia menambahkan bahwa realisasi subsidi energi telah tercatat sebesar Rp130,4 triliun, atau 138 persen dari pagu Rp94,5 triliun.

Subsidi energi termasuk subsidi bahan bakar dan LPG sebesar Rp84,3 triliun, atau 179,8 persen dari pagu sebesar Rp46,9 triliun, dan subsidi listrik sebesar Rp46,1 triliun, atau 96,8 persen dari pagu sebesar Rp47,7 triliun.

Sementara itu, realisasi bantuan sosial telah mendekati pagu yang ditetapkan dalam APBN (APBN), yang mencapai Rp73,4 triliun, atau 90,3 persen dari pagu Rp81,3 triliun.

“Proyeksi bantuan sosial hingga akhir 2018 dapat mencapai Rp85,6 triliun, atau 105,3 persen dari batas atas. Ada tambahan dana untuk manajemen bencana dan anggaran tambahan untuk program Keluarga Harapan Ketiga (PKH) bagi peserta baru,” dia berkomentar.

Secara keseluruhan, realisasi belanja pemerintah pusat hingga 30 November 2018, tercatat sebesar Rp1.225,3 triliun, atau 84,2 persen dari pagu Rp1.454,5 triliun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *