Ratna Sarumpaet Menjalani Operasi Wajah Bukan Diserang

Ratna Sarumpaet Menjalani Operasi Wajah Bukan Diserang karena sebuah perubahan yang aneh, sehari setelah kubu oposisi mengecam serangan yang dituduhkan dan “pelanggaran hak asasi manusia” terhadap anggotanya, Ratna Sarumpaet. Polisi Jakarta merilis hari Rabu sebuah laporan menunjukkan, dengan bukti yang memberatkan. Ratna sebenarnya tidak diserang tetapi menjalani operasi wajah.

Berita Nasional – Ratna, yang merupakan bagian dari tim kampanye penantang presiden Prabowo Subianto, mengaku telah diserang di Bandung, Jawa Barat, mengakibatkan luka di wajahnya, seperti yang ditunjukkan dalam gambar yang konon menunjukkan matanya yang bengkak yang beredar di media sosial pada hari Selasa.

Wakil ketua tim kampanye Prabowo-Sandiaga Uno, Nanik S. Deyang, mengatakan pada hari Selasa bahwa insiden itu terjadi pada 21 September di dekat Bandara Internasional Husein Sastranegara.

Ratna dan beberapa teman Sri Lanka dan Malaysia, katanya, mencari taksi dari hotel setelah menghadiri konferensi.

Polisi dengan cepat menyelidiki klaimnya, meskipun Ratna bersikeras bahwa dia tidak akan membawa kasus itu ke polisi. Laporan investigasi polisi menunjukkan bahwa banyak klaim Ratna tidak bertambah.

Polisi mengatakan tidak ada konferensi internasional yang diadakan di kawasan itu pada 21 September dan bahwa dia tidak ada penerbangan yang muncul di Bandung hari itu.
Polisi juga menemukan nomor telepon yang terdaftar untuk namanya aktif di Jakarta dari 20 September hingga 30 September.

Selanjutnya, mereka menemukan bahwa rekening bank milik keluarga Ratna ditransfer uang ke rumah sakit bedah kosmetik di Jakarta pada 20 September, 21 September dan 24 September. Polisi kemudian memperoleh dokumen rumah sakit yang menunjukkan bahwa Ratna dirawat di rumah sakit setelah diduga menjalani operasi wajah di Rumah Sakit Bina Estetika dari 21 September (hari penyerangan yang dituduhkan terjadi) hingga 24 September.

“[Bina Estetika] adalah rumah sakit yang mengkhususkan diri dalam operasi, termasuk operasi gigi dan bedah kosmetik lainnya. Tidak mungkin dia pergi ke sana untuk perawatan setelah diserang,” kata Direktur kejahatan umum Polisi Jakarta Sr. Comr. Nico Afinta mengatakan kepada pers pada Rabu pagi.

“Terlebih lagi, tidak mungkin dia diserang di Bandung pada malam 21 September, karena dari 21 September pukul 5 sore sampai 24 September pukul 9 malam, dia tidak meninggalkan rumah sakit,” lanjutnya.

Untuk mendukung temuan mereka, laporan itu termasuk gambar rekaman CCTV rumah sakit, konon menunjukkan Ratna memeriksa masuk dan keluar dari rumah sakit.

Polisi juga menguatkan klaim mereka dengan menunjukkan bahwa wallpaper di foto viral matanya yang bengkak dan wajah memar mirip dengan wallpaper rumah sakit bedah kosmetik.

Sementara Prabowo mengatakan dia akan bertemu dengan Kepala Polisi Nasional Jenderal Tito Karnavian untuk mendiskusikan apa yang dia yakini sebagai serangan terhadap ibunda Atika, polisi menyarankan bahwa wanita itu dapat dituduh menyebarkan kebohongan dan pidato kebencian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *