Prioritas Pembangunan Jalan Trans Papua Wajib Lanjut

Prioritas Pembangunan Jalan Trans Papua Wajib Lanjut Trans-Papua akan mengurangi waktu dalam transportasi barang, logistik, dan pergerakan orang di Papua, yang memiliki medan yang sulit karena sebagian besar lahannya masih tertutup oleh hutan lebat dan rawa-rawa.

Berita Nasional.co – Kenyataan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengunjungi Papua sembilan kali sejak Desember 2014 menunjukkan bahwa pemerintahannya memberikan perhatian khusus pada program pembangunan di provinsi paling timur di negara itu.

Kunjungan pertama Jokowi adalah pada bulan Desember 2014, hanya sebulan lebih setelah dia dilantik sebagai presiden ketujuh Indonesia pada bulan Oktober 2014. Pada waktu itu, presiden berjanji kepada orang Papua bahwa dia akan sering mengunjungi provinsi ini dan prioritas pembangunan Papua.

Kunjungan terakhirnya adalah pada 16 November 2018, di mana ia secara pribadi meninjau pekerjaan konstruksi proyek pembangunan jalan Trans-Papua. Bagian yang dia periksa berada di Kilometer 23 antara Merauke dan Sota di distrik Merauke.

Jalan Trans-Papua, yang membentang 4,6 ribu kilometer, diharapkan dapat meningkatkan konektivitas di Pulau Papua, yang terdiri dari Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat.

Pelaksanaan prioritas pembangunan proyek Trans-Papua sejauh ini telah lancar, hingga 2 Desember 2018, ketika publik terkejut oleh laporan pembunuhan terhadap lebih dari selusin pekerja proyek pembangunan jalan.

Petugas keamanan Indonesia, sejauh ini, telah menemukan 16 mayat pekerja yang dibunuh yang dipekerjakan oleh PT. Perusahaan Konstruksi Istaka Karya.

Jimy Aritonang, salah satu yang selamat dari serangan teror, mengingat bahwa sekitar 50 pria bersenjata yang tergabung dalam kelompok terlarang, dipimpin oleh Egunius Kogoya, telah mengambil 25 pekerja dari kamp mereka ke Gunung Kabo.

Ketika tiba di daerah pegunungan yang terpencil, para penjahat menembak para pekerja, yang tangannya terikat. Sekitar 14 orang tewas di tempat, sementara 11 lainnya pura-pura mati dan kemudian berusaha melarikan diri. Namun, lima orang kemudian ditangkap kembali dan dibunuh oleh para penjahat, sementara beberapa lainnya berhasil mencapai pos militer.

Para penjahat mengejar mereka dan kemudian terlibat dalam tembak-menembak dengan beberapa perwira militer. Seorang perwira, yang diidentifikasi sebagai Sersan Pertama Handoko, tewas dalam serangan itu, sementara seorang lainnya terluka.

Jokowi pada 5 Desember 2018, menyampaikan belasungkawa atas nama rakyat Indonesia, yang berduka atas kematian para pekerja.

Dia segera menugaskan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Marsekal Hadi Tjahjanto dan Wakil Kepala Polisi Komisaris Jenderal Ari Dono untuk pergi ke Papua untuk menangani tragedi, dan menangkap setiap pelaku yang terlibat dalam pembunuhan.

“Saya menegaskan bahwa tidak ada tempat bagi kelompok-kelompok kriminal bersenjata seperti ini di tanah Papua dan juga di setiap sudut negara,” katanya.

Kejadian itu, pada kenyataannya, memperkuat tekad bangsa untuk mengembangkan Papua, katanya.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengutuk serangan teror dan menggambarkan pembunuhan penduduk sipil sebagai biadab.

Pemerintah telah mengerahkan 150 personil militer dan polisi untuk melindungi rakyat Papua dan pekerja konstruksi.

Mantan komandan TNI, bagaimanapun, mengingatkan bahwa militer dan petugas kepolisian harus tetap profesional dalam melaksanakan tugas mereka dan tidak terprovokasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *