‘Ini bohong’: Polisi mengirim pemberitahuan hukum kepada musisi Ananda Badudu atas pernyataan

‘Ini bohong’: Polisi telah mengirim pemberitahuan hukum kepada musisi Ananda Badudu atas pernyataan. Polisi telah berencana untuk mengirimkan pemberitahuan hukum kepada musisi Ananda Badudu atas pernyataan yang dibuat setelah interogasinya bahwa polisi telah menggunakan metode tidak etis saat menginterogasi mahasiswa.

Berita Nasional.co – Kepala Detektif Mobil Polisi Jakarta (resmob) unit IV untuk kejahatan umum, Adj. Kawan Rovan Richard Mahenu, mengatakan polisi akan mengirimkan pemberitahuan hukum dalam waktu dua hari untuk memungkinkan mantan gitaris Banda Neira untuk mengklarifikasi pernyataannya kepada pers.

“Kami akan mengirimkan pemberitahuan hukum ke Ananda Badudu. Silakan tinggalkan apa yang Anda katakan kepada pers. Jangan memberikan pernyataan dan kemudian [lari] pergi, ”kata Rovan pada hari Senin, lapor kompas.com.

Dia berargumen bahwa polisi memiliki rekaman CCTV yang membuktikan bahwa mereka tidak melakukan perlakuan tidak wajar terhadap Bandar Judi Togel Dingdong Online mahasiswa selama pemeriksaan, seperti yang dikatakan Ananda.

“Semua sudah direkam oleh CCTV. Ketika Ananda tiba [di markas polisi], tidak ada mahasiswa yang diinterogasi secara tidak etis. Ini tipuan, ”katanya, seraya menambahkan bahwa polisi juga mempertimbangkan untuk mengajukan gugatan pencemaran nama baik terhadap Ananda.

Ananda memulai kampanye crowdfunding untuk mengumpulkan uang guna mendukung mahasiswa yang melakukan protes di depan Dewan Perwakilan Rakyat pada 23 dan 24 September.

Musisi menyampaikan berita melalui akun Twitter-nya @anandabadudu: “Polisi menjemput saya karena saya menyalurkan dana kepada mahasiswa,” tulis Ananda dalam postingnya.

Dia dijemput oleh polisi sekitar pukul 4:30 pagi pada hari Jumat di Tebet, Jakarta Selatan.

Polisi menanyai Ananda setelah mereka menangkap mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta Ahmad Nabil Bintang karena diduga mencuri walkie-talkie dari seorang petugas polisi. Menurut polisi, Nabil menerima Rp 10 juta (US $ 706) melalui Ananda dan menggunakannya untuk mendukung protes.

Setelah Ananda dibebaskan pada hari Jumat sekitar pukul 10:17 pagi, ia mengatakan kepada wartawan bahwa sejumlah mahasiswa telah diperlakukan tidak etis ketika polisi menanyai mereka.

“Saya melihat banyak mahasiswa sedang diproses tanpa bantuan hukum, tidak etis. Mereka membutuhkan bantuan lebih dari saya, ”katanya, Jumat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *