Polisi Periksa 15 Saksi Terkait Kasus Ujaran Kebencian Habib Bahar

Polisi Periksa 15 Saksi Terkait Kasus Ujaran Kebencian Habib Bahar karena diduga menyebarkan pidato kebencian terhadap Jokowi. Dia mengatakan Jokowi sebagai pengkhianat negara dan orang-orang sebagai presiden tidak menanggapi permintaan ulama untuk bertemu selama 411 reli pada 4 November 2016.

Berita Nasional.co – Beberapa pihak mengajukan laporan polisi terhadap Habib Bahar atas dugaan perkataan yang mendorong kebencian.

Polisi periksa 15 saksi terkait dengan kasus yang melibatkan Habib Bahar tentang dugaan perkataan yang mendorong kebencian dan penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ada 11 orang dan empat saksi ahli dalam pemeriksaan.

“Kami telah mempertanyakan ahli pidana, ahli laboratorium forensik, pidato kebencian dan ahli bahasa,” kata juru bicara Polisi Nasional Syahar Diantono pada hari Senin.

Menurut Syahar, Polri telah menyita delapan barang bukti terkait kasus ini. Berdasarkan bukti-bukti itu, polisi menyimpulkan video viral dari ceramah Habib Bahar berasal dari sebuah peristiwa tanggal 8 Januari 2017 di Ba’alawi Builiding di Palembang, Sumatra Selatan.

Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Nasional (Bareskrim) telah memanggil Habib Bahar untuk diperiksa pada hari Senin (3 Desember). Namun, dia gagal memenuhi panggilan yang dijadwalkan.

Pawai 411 dikenal sebagai Aksi Kedua untuk Mempertahankan Islam untuk menyerukan penuntutan Gubernur Jakarta-waktu itu Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok untuk penodaan agama. Jokowi meninggalkan Istana dan melanjutkan agendanya untuk meninjau proyek kereta api kereta api bandara.

“Jika Anda bertemu Jokowi, Anda bisa membuka celananya, mungkin ia mengalami menstruasi karena ia tampak seperti banci,” kata Habib Bahar.

Sebagai tanggapan atas ceramahnya, Habib Bahar dilaporkan ke Polisi Nasional oleh Sekretaris Jokowi Mania. Selain itu, laporan juga datang dari Cyber ​​Indonesia Muannas Aladid ke Polda Metro Jaya.

“Ini bukan kritik atau ceramah yang bagus, jika dia ingin protes, tolong tapi jangan melecehkan seperti itu. Tidak pantas untuk orang yang dipanggil habib atau ulama, ”kata Muannas.

Habib Bahar diduga melanggar Pasal 28 ayat (2) dan Pasal 45 A ayat 2 UU No. 11/2008 sebagaimana telah diubah dengan UU No.19 / 2018 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Selain itu, ia juga diduga melanggar Pasal 4 huruf b angka 2 dan Pasal 16 UU No. 40/2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Rasial dan Etnis dan KUHP Pasal 207 KUHP dengan hukuman pidana lebih dari lima tahun penjara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *