Polisi Jakarta Masih Menyelidiki Motif Penyerangan Pejabat KPK

Polisi Jakarta masih menyelidiki motif di balik penyerangan dua pejabat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang baru-baru ini diserang ketika dilaporkan mengikuti Gubernur Papua Lukas Enembe.

Berita Nasional.co – Kedua pejabat, yang sebelumnya dilaporkan sebagai penyidik ​​KPK, sedang menindaklanjuti tip-tip tentang dugaan korupsi di Hotel Borobudur di Jakarta Pusat, di mana para pejabat dari pemerintahan Papua, termasuk Lukas, mengadakan pertemuan dengan anggota Dewan Legislatif Papua. (DPRD Papua).

Para pejabat KPK kemudian diserang oleh penyerang yang tidak dikenal.

Menyusul pertanyaan dari dua pejabat KPK, juru bicara Polda Metro Jaya Kombes. Argo Yuwono mengatakan kedua pejabat KPK itu bukan penyelidik tetapi penuntut, menyarankan mereka tidak terlibat dalam operasi penyergapan atau sengatan.

Probing adalah tahap awal dalam investigasi di mana KPK melakukan penilaian apakah ada kasus korupsi atau tidak dan apakah tip-off dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi investigasi.

Argo mengatakan, wakil ketua KPK, Laode Muhammad Syarif telah menjemput para pejabat setelah pemeriksaan pada hari Minggu malam.

“Kami belum menemukan [alasan serangan itu]. Kami masih belum memiliki informasi tentang masalah ini, “kata Argo pada hari Senin, seperti dikutip oleh kompas.com.

KPK melaporkan serangan ke Polisi Jakarta pada hari Minggu tanpa menjelaskan kepada publik tentang kasus yang sedang dikerjakan para pejabat di hotel, atau apakah itu melibatkan Lukas.

Ketua DPRD Papua Yunus Yonda mengatakan kepada Antara pada hari Minggu bahwa pegawai pemerintah provinsi Papua telah menahan karyawan KPK yang telah menguntit Lukas. Yunus, bagaimanapun, berhenti mengatakan mereka telah menyerang para pejabat KPK dan telah diiringi oleh Polisi Jakarta.

Antara melaporkan bahwa salah satu penyelidik KPK, yang diidentifikasi hanya sebagai Muhammad Gilang W., tertangkap basah memotret Lukas oleh sekretaris daerah administrasi Papua Hery Dosinaen. Mereka diduga mengambil teleponnya dan menemukan obrolan WhatsApp yang merinci aktivitas Lukas setelah menghadiri pertemuan di hotel.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan para penyerang terus melanjutkan serangan bahkan setelah para pejabat menunjukkan kartu identitas KPK mereka. Para pejabat yang terluka sedang dipersiapkan pada hari Minggu sore untuk operasi untuk hidung yang patah dan cedera wajah lainnya.

Para penyerang juga menyita beberapa barang milik para pejabat, kata Febri, menolak untuk membocorkan detail.

Febri mengatakan pada hari Senin bahwa KPK telah menyerahkan informasi tentang identitas tersangka penyerang ke Polda Metro Jaya, termasuk foto mereka.

“Kami berharap kasus ini akan segera ditangani, karena kami telah memberikan informasi visual,” katanya. “Kami juga akan menyerahkan [laporan medis] kepada polisi.”

Febri mengatakan serangan itu harus dianggap sebagai penghalang keadilan, di mana para penyerang berusaha mengganggu pekerjaan para petugas penegak hukum.

Yunus mengatakan pada hari Senin bahwa para pejabat KPK tidak diserang. Dia mengatakan bahwa para pejabat dibawa ke markas Polda Metro Jaya setelah para pejabat Papua menemukan mereka dalam pertemuan mereka di hotel.

“Ketika kami membawa mereka ke Polda Metro Jaya, mereka dalam kondisi baik. Kami membawa mereka untuk memastikan bahwa mereka adalah pejabat KPK. [Saat itu] tidak ada memar, tidak ada darah. Semuanya normal,” katanya.

Yunus juga mengatakan para pejabat Papua memiliki hak untuk menanyai para pejabat KPK yang telah mengambil gambar selama pertemuan mereka karena kegiatan tersebut telah mengganggu privasi. (afr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *