Polisi Indonesia menangkap pemimpin jaringan yang memiliki hubungan dengan al-Qaeda

Polisi Indo nesia telah menangkap pemimpin jaringan militan Jemaah Islamiyah yang terkait dengan al-Qaeda, kata pihak berwenang pada hari Selasa, atas dugaan merekrut anggota dan mengirim mereka ke Suriah untuk berlatih dengan kelompok-kelompok ekstremis.

Berita Nasional.co – Polisi anti-terorisme juga menangkap setidaknya empat tersangka lain yang terkait dengan Para Wijayanto, yang menurut para ahli adalah seorang mahasiswa Abu Bakar Basyir, yang dituduh sebagai dalang pemboman Bali tahun 2002 yang menewaskan lebih dari 200 orang.

Wijayanto, yang telah melarikan diri sejak 2003 dan telah dilatih dengan gerilyawan di Filipina selatan, ditangkap bersama istrinya pada Sabtu di pinggiran Jakarta, ibukota.

“Jemaah Islamiyah tetap menjadi ancaman karena strategi besar mereka adalah mendirikan kekhalifahan,” kata juru bicara kepolisian nasional Dedi Prasetyo kepada Reuters.

Personil polisi Indo nesia menunjukkan foto-foto pemimpin Para Wijayanto dan berbagai barang yang disita, pada konferensi pers di Jakarta pada 1 Juli 2019, ketika Wijayanto ditahan oleh polisi anti-terorisme bersama istrinya di sebuah hotel di Bekasi, sebuah kota di pinggiran kota. dari ibukota Jakarta. Polisi Indo nesia mengatakan pada 1 Juli bahwa mereka telah menangkap pemimpin jaringan ekstrimis yang terkait dengan Al Qaeda, Jemaah Islamiah, yang melakukan pemboman Bali tahun 2002 yang menewaskan lebih dari 200 orang.

Pasukan anti terorisme elit Indonesia, Densus 88, dibentuk setelah pemboman Bali tahun 2002 untuk menghancurkan JI dan kelompok-kelompok serupa di negara mayoritas Muslim terbesar di dunia.

Pasukan keamanan dipandang berhasil memecah jaringan Bandar Judi Togel Dingdong Online militan setelah tokoh-tokoh kunci seperti Basyir ditangkap dan dipenjara, tetapi banyak yang pergi ke bawah tanah.

“Masih ada banyak anggota JI, dan setelah jatuhnya Osama bin Laden, mereka menjadi sel tertidur,” kata Stanislaus Riyanta, seorang analis terorisme yang berbasis di Jakarta.

“Jatuhnya Negara Islam mungkin telah meninggalkan celah bagi JI untuk bangkit kembali.”

Indonesia berjuang untuk memperketat undang-undang anti-terorisme setelah serangkaian pemboman bunuh diri menewaskan lebih dari 30 orang di kota Surabaya Jawa Timur tahun lalu. Ratusan orang telah ditahan di bawah undang-undang baru sejak awal 2019.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *