Petugas Polisi, Pejabat Pemerintah Ditangkap Karena Diduga Terlibat Pembalakan Liar

Petugas Polisi, Pejabat Pemerintah Ditangkap Karena Diduga Terlibat Pembalakan Liar, Polisi Trenggalek di Jawa Timur telah menangkap seorang rekan petugas karena dugaan keterlibatannya dalam pencurian kayu sonokeling (rosewood) di jalan milik negara di Kabupaten Tulungagung.

Berita Nasional.co – Kepala satuan kejahatan umum Polisi Komisaris. Ajj Sumi Andra berkata bahwa petugas itu, yang diidentifikasi hanya sebagai Kepala Brigjen. S., dinyatakan sebagai tersangka setelah prosedur hukum diikuti.

“Kami telah menetapkan S. sebagai tersangka. Ini telah menjadi peristiwa yang mengecewakan sejak S. adalah anggota pasukan, ”kata Sumi, Senin.

Dia mengatakan S. diduga membantu Bandar Judi Togel Dingdong Online dalam penebangan ilegal pohon rosewood dengan bertindak sebagai petugas keamanan selama penebangan, karena setiap kegiatan penebangan di wilayah tersebut harus dijaga dengan ketat dan disetujui oleh petugas penegak hukum.

Nilai gabungan dari 89 pohon rosewood curian diperkirakan setidaknya Rp 2 miliar (US $ 155.840).

S. dilaporkan menerima hadiah uang atas keterlibatannya, katanya.

Pekan lalu, polisi setempat menangkap empat orang karena dicurigai terlibat dalam pencurian kayu bakar. Para tersangka termasuk seorang karyawan Badan Jalan Nasional (BBPJN) di Kediri, Jawa Timur – diidentifikasi hanya sebagai K. –dan seorang mantan karyawan, diidentifikasi hanya sebagai T.

Sebelumnya, kepala Pusat Pendidikan Lingkungan (PPLH) Mangkubumi di Tulungagung, M. Ichwan Mustofa, mengatakan ia dan beberapa pejabat pemerintah telah sepakat untuk membentuk tim khusus untuk menyelidiki laporan pohon rosewood yang ditebang secara ilegal di kabupaten tersebut.

“Tim penyelidik khusus – yang meliputi perwakilan dari Dinas Kehutanan Jawa Timur, Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA), BBPJN dan PPLH Mangkubumi – menemukan bahwa 89 pohon rosewood telah ditebang secara ilegal, terdiri dari 53 di Tulungagung dan 36 di Trenggalek , ”Kata Ichwan.

Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa para tersangka telah memalsukan izin untuk memotong cabang yang tumbuh terlalu besar yang mereka katakan pengendara yang terancam punah. Alih-alih memotong cabang, tersangka menebang seluruh pohon, tambahnya.

Orang-orang yang menyaksikan penebangan melihat bahwa orang-orang berseragam, termasuk polisi, menjaga kegiatan tersebut, yang membuat mereka percaya bahwa para pencuri yang diduga telah memalsukan izin. Dia tidak merinci jumlah petugas polisi yang saksi lihat.

Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Langka (CITES) mengklasifikasikan rosewood sebagai spesies yang terancam punah.

Karena kelangkaannya, rosewood adalah komoditas yang sangat berharga yang nilai finansialnya melebihi kayu jati, kata Ichwan.

Sumi mengatakan para tersangka akan dituntut berdasarkan berbagai undang-undang, termasuk yang menyangkut konservasi sumber daya alam, pencurian dan pemalsuan izin.

Sebelumnya, Ichwan mengatakan telah menerima laporan tentang 91 pohon sonokeling yang hilang. Jumlahnya kemudian direvisi menjadi 89.

Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa tim khusus akan segera menyelidiki kasus di lapangan. Data dari investigasi akan dikompilasi menjadi satu laporan yang akan berfungsi sebagai dasar untuk keputusan hukum lebih lanjut, katanya.

Pada 3 April, Kepala Dinas Kehutanan Jawa Timur melakukan inspeksi lapangan di Tulungagung.

“Kami memiliki pencuri di tengah-tengah kami. Pertama-tama kita harus memverifikasi kepada siapa jalan ini berada, ”kata kepala agensi Dewi Putriatni kepada media. (rfa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *