Perwakilan WWF Menjadikan Heart Of Borneo Model Pembangunan Hijau

Perwakilan WWF Menjadikan Heart Of Borneo Model Pembangunan Hijau karena World Wide Fund for Nature adalah organisasi non-pemerintah internasional yang didirikan pada tahun 1961, bekerja di bidang pelestarian hutan belantara, dan pengurangan dampak manusia terhadap lingkungan.

Berita Nasional.co – Perwakilan Indonesia dari World Wide Fund for Nature (WWF) mengatakan bahwa wilayah Heart of Borneo akan menjadi model pembangunan hijau yang inklusif.

Konservasi sangat penting tetapi area dan pembangunan ekonomi juga sama pentingnya, Heart of Borneo Leader dari WWF Iwan Wibisono mengatakan dalam sebuah diskusi tentang pengembangan Heart of Borneo di sini pada hari Rabu.

Inisiatif Heart of Borneo datang dari pemerintah Indonesia, Brunei Darussalam, dan Malaysia untuk melestarikan hutan hujan tropis dan hutan tangkapan air terbaik di pedalaman Kalimantan (Kalimantan).

Iwan mengatakan ketiga negara bekerja sama untuk menjadikan Heart of Borneo sebagai model pembangunan hijau inklusif dengan menjaga keanekaragaman hayati dan nilai jasa ekosistem dalam kegiatan produktif dan model bisnis di sektor pertanian, kehutanan, ekowisata, energi dan lainnya. sektor.

Kegiatan tersebut mendorong kontinuitas selama masyarakat lokal dan masyarakat tradisional diberi akses ke sumber daya alam dan membantu menciptakan mata pencaharian mereka, mengintegrasikan nilai-nilai sosial yang kuat dan mendalam dalam pengetahuan tradisional dan warisan budaya masyarakat tradisional di daerah Heart of Borneo. , dia berkata.

Pembangunan hijau yang inklusif memberikan penekanan pada program konservasi tetapi pada saat yang sama memungkinkan area dan pembangunan ekonomi untuk perlindungan dan pelestarian alam serta peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.

Iwan mengatakan pelestarian lingkungan dan pembangunan ekonomi dapat berjalan bersamaan dengan sistem pembangunan berkelanjutan.

Konservasi juga dapat berkontribusi pada pembangunan ekonomi melalui perluasan kegiatan ekonomi yang ramah lingkungan seperti perkebunan kelapa sawit berkelanjutan dan kegiatan budaya yang terkait dengan aspek lingkungan, katanya.

Dia mengatakan kegiatan konservasi di kawasan Heart of Borneo berarti mempromosikan pengelolaan kawasan lindung seperti Taman nasional dan suaka margasatwa.

“Kami tidak mengatakan bahwa konservasi adalah satu-satunya hal yang penting dan menghentikan pembangunan ekonomi atau sebaliknya. Ini bukan cara pembangunan yang benar,” katanya.

Pemerintah Indonesia, Malaysia dan Brunei menyatakan komitmen untuk melestarikan dan melaksanakan pengelolaan Heart of Borneo secara berkelanjutan pada pertemuan di Bali pada 12 Februari 2007.

Wilayah Heart of Borneo menempati 23 hektar hutan yang terhubung secara ekologis dengan ketiga negara. Sekitar 71 persen atau 16,89 juta hektar hutan hujan tropis berada di wilayah Indonesia.

Pada tahun 2008, bagian Indonesia dari kawasan Heart of Borneo dinyatakan sebagai Kawasan Strategis Nasional oleh pemerintah Indonesia. Kini wilayah tersebut menempati empat provinsi dan 17 wilayah kabupaten di Kalimantan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *