Perusahaan Pemerintah Pertamina Mengoperasikan Blok Rokan

Perusahaan Pemerintah Pertamina Mengoperasikan Blok Rokan yang mana sampai sekarang ini kontraknya masih dipegang oleh perusahaan asing milik chevron dan akan berakhir tahun 2021 sehingga dengan sekarang ini Pertamina akan mengupayakan semaksimal mungkin untuk kesejahteraan Indonesia.

Kontrak yang dipegang oleh Chevron untuk mengoperasikan Rokan Block berakhir pada 2021.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah memutuskan untuk menyerahkan operasi Blok Rokan Minyak dan Gas Bumi kepada perusahaan minyak dan gas milik negara PT Pertamina, Deputi Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan pada hari Selasa. Keputusan diambil hanya untuk kepentingan bisnis dan ekonomi setelah mengevaluasi proposal Pertamina.
Pertamina akan mengoperasikan Blok Rokan di Riau, setelah kontraknya dipegang oleh PT Chevron Pacific Indonesia berakhir pada 2021. Pertamina telah mengusulkan bonus tanda tangan sebesar US $ 784 juta atau sekitar Rp11,3 triliun untuk pemerintah dan nilai komitmen sebesar US $ 500 juta.
Nilai proposal juga menunjukkan kesehatan keuangan Pertamina.
Pemilihan Pertamina sebagai operator baru akan menghasilkan peningkatan kontribusi perusahaan untuk produksi minyak minyak dan gas negara itu.
Kontribusi nya terhadap produksi minyak minyak dan gas negara itu akan meningkat dari sekitar 23 persen menjadi 36 persen pada tahun 2018 dan menjadi 39 persen pada tahun 2019 ketika Pertamina mengambil alih operasi blok-blok minyak dan gas, yang kontraknya masih dipegang oleh para kontraktor asing.
Arcandra Tahar mengatakan nilai tambah dari keputusan itu menempatkan Pertamina di jajaran perusahaan minyak dunia yang dapat mengendalikan 60 persen produksi minyak dan gas nasional pada 2021.
Blok Rokan memiliki nilai strategis. Blok tersebut menyumbang 26 persen dari total produksi minyak dan gas negara itu. Blok dengan konsesi seluas 6.220 kilometer itu memiliki 96 ladang, tiga di antaranya menghasilkan minyak minyak berkualitas sangat tinggi Duri, Minas dan Bekasap.
Dari awal pertama operasi pada tahun 1971 hingga 31 Desember 2017, Blok Rokan menghasilkan 11,5 miliar barel minyak.
Melalui keputusan itu, pemerintah telah sudah memberikan dukungan keuangan untuk Pertamina, yang bertanggung jawab atas pelayanan publik untuk menjamin pasokan energi di negara seperti minyak (BBM) dengan harga yang sama di seluruh nusantara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *