Perusahaan Korea Selatan Berkomitmen Investasi $ 446 juta di Indonesia

Perusahaan Korea Selatan Berkomitmen Investasi $ 446 juta di Indonesia dimana enam perusahaan Korea Selatan, mulai dari produsen kabel hingga perusahaan modal ventura, telah membuat komitmen untuk berinvestasi total $ 446 juta di Indonesia, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan pada hari Selasa (12/09).

Berita Nasional – Transaksi investasi dihasilkan dari Forum Investasi dan Investasi Indonesia-Korea 2018, yang berlangsung di Seoul pekan lalu bertepatan dengan peringatan ke 45 hubungan diplomatik antara Indonesia dan Korea Selatan.

“Pertemuan ini mencerminkan antusiasme yang besar dari para pengusaha Korea Selatan untuk kerjasama bisnis lebih lanjut dengan Indonesia, baik dalam hal ekspansi bisnis, atau investasi baru di beberapa sektor industri prospektif,” kata Airlangga dalam sebuah pernyataan.

Di antara kesepakatan tersebut adalah kemitraan antara LS Cable & System Korea Selatan dan Artha Metal Sinergi, bagian dari grup Artha Graha Tycoon Tommy Winata, untuk mengembangkan fasilitas manufaktur kabel listrik senilai $ 50 juta di Karawang, Jawa Barat.

Parkland yang berbasis di Busan akan menginvestasikan $ 75 juta di pabrik alas kaki baru di Pati, Jawa Tengah, sementara perusahaan pakaian berbasis Gangnam Sae-A Trading akan menginvestasikan $ 36 juta di pabrik tekstil dan garmen di Tegal, juga di Jawa Tengah.

Perusahaan kimia dan tekstil Korea Selatan, Taekwang Industrial akan memperluas kepentingan bisnisnya di Indonesia dengan fasilitas manufaktur sepatu baru senilai 100 juta dolar di Subang dan Bandung, keduanya di Jawa Barat.

World Power Tech, bekerja sama dengan mitra lokalnya, NW Industries, akan menginvestasikan $ 85 juta dalam pengembangan industri manufaktur turbin dan boiler di Bekasi, Jawa Barat,

Terakhir, perusahaan modal ventura berbasis di Seoul, InterVest dan perusahaan investasi tahap awal Jakarta, Kejora Ventures, telah membentuk dana $ 100 juta untuk menyediakan startup tahap pertumbuhan dengan modal.

Airlangga yakin kerja sama ini akan mendorong industri manufaktur nasional, menambah nilai pada bahan baku domestik dan menciptakan lapangan kerja bagi pekerja lokal. “Ini dapat memacu pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” katanya.

Menteri juga mengharapkan transfer teknologi dari mitra Korea Selatan untuk membantu Indonesia memodernisasi industri manufakturnya.

Perusahaan Korea Selatan menginvestasikan total $ 2 miliar di Indonesia tahun lalu, menjadikannya investor asing terbesar keenam di Kepulauan itu, akuntansi untuk 6,3 persen dari total investasi langsung asing, menurut data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *