Perintahkan Panglima TNI Kapolri Memeriksa Insiden Nduga

Perintahkan Panglima TNI Kapolri Memeriksa Insiden Nduga Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintah kan Panglima TNI (TNI) Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian memeriksa kondisi terakhir di Nduga, Provinsi Papua. Karena ini sudah menelan korban jiwa para pekerja tak berdosa.

Berita Nasional.co – Serangan Kelompok Kriminal Bersenjata, membunuh pekerja Istaka Karya di Nduga, Papua, pada hari Minggu. Jokowi telah menerima laporan bahwa Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pada hari Minggu menyerang pekerja PT Istaka Karya dan menewaskan 31 dari mereka.

“Insiden itu terjadi di Distrik Nduga, sebuah daerah yang di beri tanda merah dan daerah yang pernah saya kunjungi. Pagi ini, saya perintahkan komandan TNI dan Kapolri untuk memeriksa kondisi di sana, karena (informasi) tentang itu masih membingung kan, “kata Jokowi saat membuka acara World Anti-Corruption Day (Hakordia) 2018 di Jakarta pada hari Selasa.

Pada 2 Desember 2018, 31 pekerja dari PT Istaka Karya, yang terlibat dalam pembangunan dan pembangunan proyek Trans Papua, di bunuh oleh KKB di Kali Yigi dan Kali Aurak di Kecamatan Yigi, Distrik Nduga, Papua.

“Karena tidak ada sinyal di sana, penting untuk memeriksa apakah kondisi insiden sama dengan yang disebut kan dalam laporan. Kami menyadari bahwa meskipun pembangunan di Papua memang sangat sulit untuk dilaksana kan dan masih dapat terhalang oleh insiden seperti yang dilaporkan, pembangunan Papua harus dilanjutkan, “tambah presiden.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengungkapkan penyesalan atas pembunuhan pekerja di segmen kelima lokasi konstruksi Trans Papua di bawah fokus pemerintah untuk meningkatkan konektivitas di provinsi paling timur Indonesia.

“Bagian Wamena-Heberna-Kenyam-Mumugu adalah segmen kelima Trans Papua, yang membentang 278 kilometer,” Hadimuljono memberi tahu pers di sini, Selasa, menyusul laporan tentang pembunuhan tersebut.

“Saya sedang menunggu informasi dari komandan Kodam. Saya akan pergi ke sana. Saat ini, kami belum dapat mengkonfirmasi jumlah korban – apakah 24 atau 31 orang – karena belum diperiksa dan dikonfirmasi,” dia mengungkapkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *