Perintah Joko Widodo Lanjutkan Pembangunan Infrastruktur Papua

Perintah Joko Widodo Lanjutkan Pembangunan Infrastruktur Papua melanjutkan perintah Bapak Presiden Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyatakan bahwa pembangunan akan berlanjut di Papua sebagaimana dijadwalkan meskipun ada pembunuhan 31 pekerja konstruksi di sana oleh orang-orang bersenjata.

Berita Nasional.co – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menekankan perintah bahwa pembangunan infrastruktur di Papua akan terus berlanjut.

“Saya mengatakan pembangunan Jalan Trans Papua akan terus dilakukan. Presiden telah memerintahkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono untuk melanjutkan pembangunan jalan Trans Papua sepanjang 4.600 kilometer.

Menurut presiden, 35 jembatan akan dibangun di sepanjang jalan Trans Papua, dari Wamena ke Mumugu.

“Makanya pembangunan infrastruktur di Papua akan terus berlanjut. Artinya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perumahan Rakyat terus mengembangkan Tanah Papua untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegas Presiden.

Lebih lanjut, Jokowi mengatakan bahwa melaksanakan pembangunan di wilayah Papua memang menjadi tantangan karena faktor, termasuk medan geografis yang sulit, akses yang terbatas, dan gangguan keamanan.

Karena medan geografis yang sulit, presiden mengatakan bahwa helikopter diperlukan untuk mengangkut alat berat dan aspal ke beberapa lokasi konstruksi jalan Trans Papua.

“Inilah yang kadang-kadang menyebabkan sebuah proyek terhenti, misalnya, karena alat yang keras dan aspek keamanan, sehingga para pekerja di sana benar-benar mempertaruhkan nyawa mereka,” Presiden menjelaskan.

Sementara itu, Pekerjaan Umum dan Menteri Perumahan Umum Basuki mencatat bahwa pemerintah telah membangun jalan Trans Papua dan Papua Barat sepanjang 3.500 kilometer dan 1.100 kilometer jalan perbatasan.

Di bagian Wamena-Mumugu, dibangun sepanjang 278 kilometer, 35 jembatan juga dibangun.

Total pembangunan jalan baru selama periode 2015-2019 di Papua dan Papua Barat membentang 1.052 kilometer, dengan pemeliharaan jalan sepanjang 4.160 kilometer.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan belasungkawa dari rakyat Indonesia, yang berduka atas kematian pekerja konstruksi yang terbunuh saat membangun jembatan di Kabupaten Nduga, Provinsi Papua.

“Saya, atas nama rakyat, bangsa, dan negara, menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada semua keluarga korban. Mari kita bersama-sama berdoa agar jiwa para pahlawan pembangunan Trans Papua, diterima oleh Tuhan Yang Maha Kuasa,” Jokowi menginformasikan pers di sini, Rabu.

Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Marsekal Hadi Tjahjanto dan Wakil Kepala Polisi Komisaris Jenderal Ari Dono saat ini berada di Papua untuk menangani tragedi tersebut, menurut presiden.

Jokowi telah memerintahkan para pemimpin TNI dan Polisi Nasional untuk menangkap setiap pelaku yang terlibat dalam pembunuhan tersebut.

“Saya menegaskan bahwa tidak ada tempat bagi kelompok-kelompok kriminal bersenjata seperti ini di tanah Papua dan juga di setiap sudut negara,” katanya.

Kejadian itu, pada kenyataannya, memperkuat tekad bangsa mengembangkan Papua, katanya.

Sementara itu, Kapolsek Jayawijaya Adj. Sr Com. Yan Peter Reba mencatat bahwa kelompok pemberontak membunuh 24 pekerja pertama dan tujuh lainnya, yang berusaha bersembunyi di rumah seorang anggota parlemen lokal, dan kemudian terbunuh.

Seorang juru bicara Militer Papua Letnan Kolonel Dax Sianturi mengatakan bahwa insiden itu, yang terjadi pada 2 Desember, melibatkan kelompok kriminal bersenjata di bawah Egianus Kogoyaa. Kelompok itu, dengan sekitar 40 anggota, diketahui terlibat dalam insiden kekerasan serupa.

Kelompok itu juga menyerang sebuah pos militer di Mbua, di distrik Nduga, membunuh seorang tentara dan melukai seorang tentara lainnya.

Moeldoko digambarkan sebagai barbar pembunuhan 31 pekerja konstruksi membangun jembatan yang membentang sungai Yigi dan Aurak di Distrik Yall.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *