Perekonomian Indonesia Menghadapi Ketidakpastian Tahun 2019

Perekonomian Indonesia Menghadapi Ketidakpastian Tahun 2019 Pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terus dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global yang tidak menentu, sehingga akan sulit bagi negara untuk mencapai pertumbuhan sebesar 5,3 persen berdasarkan anggaran negara 2019 tahun depan.

Berita Nasional.co – Ekonom Senior Boediono mencatat bahwa kondisi ekonomi global masih rentan terhadap krisis karena ketidakpastian yang ada, dengan kecenderungan yang tidak dapat diprediksi.

“Perekonomian dunia masih rentan terhadap ketidakstabilan dan krisis,” kata Boediono pada forum diskusi “Memenangkan dalam Ekonomi Turbulen” di Jakarta pada Rabu (28 November).

Krisis bisa muncul kapan saja, dan tidak ada yang bisa memprediksi intensitasnya. Tidak ada satu negara pun yang memiliki metode efektif untuk mengatasi masalah ini. Oleh karena itu, Boediono, yang merupakan wakil presiden selama periode 2009-2014, percaya bahwa upaya untuk memperkuat ekonomi domestik Indonesia harus terus dilakukan dalam menghadapi ketidakpastian.

Hal ini dapat dilakukan melalui penguatan koordinasi di antara otoritas fiskal dan moneter serta melalui penerapan reformasi struktural secara terus-menerus.

“Kami memiliki lembaga yang dapat berkoordinasi dengan baik untuk reformasi moneter dan struktural. Ini dapat mengurangi risiko ketidakstabilan atau krisis ekonomi,” kata Boediono.

Sementara itu, pengamat ekonomi Agustinus Prasetyantoko dari Universitas Katolik Atma Jaya telah memperkirakan bahwa ekonomi Indonesia tahun depan akan tumbuh hanya 5,1 persen, cukup mirip dengan perkiraan pertumbuhan tahun ini karena ketidakpastian ekonomi global yang berkepanjangan yang mempengaruhi ekonomi domestik.

Pemerintah kemungkinan besar gagal mencapai target ekonomi sebesar 5,4 persen seperti yang diasumsikan dalam anggaran negara 2018.

“Perekonomian Indonesia tahun depan tidak akan secepat yang diharapkan. Tahun depan akan menjadi 5,1 persen, dan tahun ini juga 5,1 persen,” kata Prasetyantoko baru-baru ini.

Normalisasi kebijakan moneter AS serta peningkatan pertumbuhan ekonomi AS, yang telah menyebabkan pelebaran defisit fiskal di negara itu, telah menjadi ancaman bagi ekonomi global, terutama bagi negara-negara berkembang.

Perkiraan ini sama dengan perkiraan Dana Moneter Internasional (IMF) tentang pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 5,1 persen pada 2018 dan 2019.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun ini di kisaran 5,14 persen menjadi 5,21 persen.

Proyeksi ini jauh lebih rendah dari asumsi awal Anggaran Negara 2018 sebesar 5,4 persen, sedangkan di APBN 2019, pertumbuhan ekonomi ditargetkan sebesar 5,3 persen.

Namun, Bank Indonesia, bank sentral, telah memperkirakan bahwa ekonomi negara itu akan tumbuh lebih kuat pada 2019 daripada perkiraan pertumbuhan tahun ini sebesar 5,1 persen.

Gubernur Bank Sentral Perry Warjiyo mengatakan instrumen bunga acuan pada 2019 akan digunakan untuk menjaga stabilitas ekonomi, dengan parameter nilai tukar dan inflasi.

Dia mengatakan ekonomi masih bisa tumbuh 5,2 persen tahun ke tahun di 2019.

“Pertumbuhan ekonomi telah ditetapkan dalam kisaran 5-5,4 persen, dengan titik tengah pada 5,2 persen. Namun, bisa jadi antara 5,3 persen dan 5,4 persen,” kata Warjiyo.

Namun, Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo menegaskan penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi pada 2019, dari kisaran sebelumnya 5,1-5,5 persen.

“Kami memastikan untuk memotong prospek untuk 2019 ke kisaran yang lebih rendah,” katanya.

Ketidakpastian ekonomi global juga diungkapkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang mengatakan ketidakpastian yang menimpa ekonomi global dikhawatirkan akan terus berlanjut hingga 2019.

“Perekonomian global saat ini berpotensi terkena ketidakpastian,” kata Presiden Jokowi pada pertemuan kepemimpinan nasional Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) di Solo, Jawa Tengah, Rabu (28 November).

Dia mengatakan pertemuan puncak terakhir dari Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) telah menunjukkan bahwa tidak ada tanda-tanda kemungkinan berakhirnya perang perdagangan antara Amerika Serikat dan China.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *