Pemerintah Indonesia Ingin Keterlibatan ISDB Dalam Kesehatan Nasional

Pemerintah Indonesia Ingin Keterlibatan ISDB Dalam Kesehatan Nasional Dia menambahkan bahwa pemerintah bekerja untuk meningkatkan kesehatan ibu, bayi, dan anak serta mendorong gaya hidup sehat, sehingga tidak banyak orang harus mengunjungi rumah sakit atau memerlukan layanan kesehatan.

Berita Nasional.co – Pemerintah Indonesia ingin mengharapkan Bank Pembangunan Islam (IsDB) untuk terlibat dalam program nasional, terutama di sektor kesehatan dan pendidikan.

“Saya percaya bahwa sebagai lembaga keuangan multilateral, ini adalah waktu yang tepat bagi Bank Pembangunan Islam untuk terlibat dalam Kemitraan Pemerintah-Swasta di Indonesia,” kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro dalam sebuah pidato utama di sebuah lokakarya bertajuk “Membuka Indonesia “ Potensi dalam Pengadaan Proyek Sektor Sosial Melalui Kemitraan Pemerintah Swasta “yang diadakan di sini, Selasa.

Brodjonegoro mencatat bahwa program pengembangan kesehatan dan pendidikan diharapkan untuk menerima dukungan keuangan dari IsDB, karena kedua sektor tersebut tidak hanya dimasukkan dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) tetapi juga merupakan agenda yang diprioritaskan pemerintah Indonesia.

Dia menekankan bahwa SDGs lebih merupakan peluang investasi daripada hanya tujuan pembangunan.

Menurut Brodjonegoro, Indonesia terus menghadapi masalah dalam hal ketersediaan fasilitas kesehatan dan pendidikan dasar.

Dalam hal kesehatan, Pemerintah Indonesia Ingin berusaha untuk mengurangi angka kematian ibu yang masih berdiri di 305 per 100 ribu kelahiran hidup. Selain itu, pemerintah berupaya mengurangi insiden stunting, yang merupakan gangguan pertumbuhan di antara anak-anak karena kekurangan gizi janin, serta mengekang penyebaran penyakit menular.

“Anggaran kesehatan nasional ditetapkan lima persen, tetapi ini tidak akan pernah cukup,” kata Bambang, menambahkan bahwa skema Kemitraan Pemerintah-Swasta (PPP) diharapkan untuk mengambil bagian dalam pengembangan sektor kesehatan Indonesia.

“IsDB dapat memainkan peran dalam Kemitraan Pemerintah-Swasta untuk pengembangan infrastruktur sosial yang juga melibatkan kementerian tertentu, pemerintah daerah, dan perusahaan milik negara. Dalam hal ini, pemerintah memainkan peran dalam memastikan kelayakan proyek-proyek pembangunan, terutama dalam mengelola risiko dan ketidakpastian, “kata Brodjonegoro.

Menurut Brodjonegoro, pelaksanaan program pembangunan kesehatan di Indonesia menghadapi tantangan yang rumit karena kondisi geografis yang sulit.

“Misalnya, di Papua, kita harus menerapkan layanan kesehatan yang lebih inovatif, seperti membangun klinik kecil di semua daerah di Papua, mengingat jarak antara satu daerah dengan yang lain cukup jauh, dan kurangnya tenaga medis,” Brodjonegoro menjelaskan. .

Dia mencatat bahwa salah satu solusi untuk menerapkan pembangunan kesehatan di Indonesia, yang memiliki kondisi geografis yang sulit, adalah dengan memodernisasi layanan kesehatan menggunakan teknologi, salah satunya adalah melalui telemedicine atau layanan kesehatan jarak jauh.

“Solusi lainnya adalah membangun rumah sakit kecil di seluruh wilayah seperti yang dilakukan oleh Turki,” kata Brodjonegoro.

Dia menjelaskan bahwa rumah sakit multispesialis untuk mengobati kanker, penyakit jantung, dan penyakit lainnya dibangun di satu area dan dioperasikan oleh sektor swasta.

“Sektor swasta membangun dan mengoperasikan rumah sakit, sementara pemerintah akan membayar sesuai dengan layanan yang diberikan oleh mereka,” kata Brodjonegoro.

Lokakarya, yang diselenggarakan oleh IsDB, menyatukan perwakilan dari beberapa kementerian, pemerintah daerah, dan sektor swasta untuk membangun pengetahuan mendalam tentang Kemitraan Pemerintah-Swasta dalam pengembangan infrastruktur sosial, terutama di bidang kesehatan dan pendidikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *