Pemerintah Daerah Papua Berharap Proyek Trans-Papua Berlanjut Terus

Pemerintah Daerah Papua Berharap Proyek Trans-Papua Berlanjut Terus melalui Sekretaris Pemerintah Provinsi Papua Hery Dosinaen mengatakan pemerintah daerah berharap akan ada langkah-langkah konkret yang diambil baik dalam aspek hukum dan keamanan dan pendekatan sosial.

Berita Nasional.co – Pemerintah provinsi Papua mengatakan mereka berharap pembangunan jalan tol Trans-Papua sepanjang 278 kilometer akan terus berlanjut meskipun ada insiden berdarah pada hari Minggu ketika sekelompok warga sipil bersenjata yang diyakini sebagai separatis Papua menewaskan 31 pekerja konstruksi di distrik Nduga.

Para separatis yang diduga menembakkan tembakan ke pekerja membangun dua jembatan yang mencakup sungai Yigi dan Aurak di daerah Yall yang menewaskan 31 pekerja.

“Sangat penting bahwa proses pembangunan dapat berlanjut sesuai jadwal di daerah itu,” kata Hery.

Dia mengatakan pemerintah provinsi Papua melalui administrasi kabupaten Nduga bertanggung jawab untuk melihat situasi dan kondisi.

“Kami tidak akan terburu-buru untuk membuat kesimpulan dari insiden itu, karena ada orang lain yang memiliki tugas dan tanggung jawab untuk itu. Oleh karena itu, atas nama Gubernur Papua dan Wakil Gubernur dan pejabat daerah kami menyatakan keprihatinan yang mendalam,” katanya. .

Dia mengatakan dia sangat menyesal jika insiden itu akan menyebabkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan untuk menangguhkan pekerjaan dalam proyek jalan tol Trans-Papua.

Pada hari Minggu sekelompok orang yang diduga separatis menyerang para pekerja PT Istaka Karya ketika membangun jembatan di atas sungai Yigi dan Aurak yang menewaskan 31 dari mereka.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan pembangunan Papua akan terus seperti yang dijadwalkan meskipun terjadi insiden.

“Pembangunan harus terus seperti yang dijadwalkan, terlepas dari segalanya. Pemerintah Indonesia bertekad untuk terus maju karena untuk kepentingan rakyat Papua,” kata Moeldoko di kantor kepresidenan di Jakarta sebelumnya pada hari Rabu.

Jalan itu diperkirakan akan mengakhiri isolasi daerah yang memfasilitasi transportasi dan komunikasi, katanya.

Dia mengatakan lebih banyak petugas keamanan akan dikirim ke daerah itu untuk menjamin keamanan para pekerja, kata mantan kepala militer Indonesia.

Juru bicara Militer Letkol Dax Sianturi mengatakan para penyerang adalah kelompok separatis di bawah Egianus Kogoyaa, menambahkan kelompok dengan sekitar 40 anggota telah diketahui terlibat dalam kekerasan serupa.

Menteri Pertahanan Ryamirzard Ryacudu mengatakan para pembunuh itu bukan penjahat biasa tetapi mereka adalah pemberontak atau separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Kelompok ini juga menyerang sebuah pos militer di Mbua, di distrik Nduga membunuh seorang tentara dan melukai satu lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *