Pembinaan Ideologi Tidak Boleh Mengintervensi Kampus Terlalu Jauh

Pembinaan Ideologi Tidak Boleh Mengintervensi Kampus Terlalu Jauh FRI mengatakan pemerintah harus mempercayai kampus untuk pembinaan ideologi.
Forum Rektor Indonesia (FRI) mengatakan kewajiban kampus untuk mendirikan Unit Kegiatan Mahasiswa untuk Pengawal Ideologi Nasional (UKM PIB) tidak sesuai. Menurut FRI, pemerintah harus mempercayai model pembinaan ideologis ke universitas.


Berita Nasional.co – FRI percaya kampus tahu yang terbaik tentang model jika pembinaan ideologis untuk para siswanya. Namun, pemerintah telah mewajibkan pembentukan UKM PIB sebagai salah satu instruksi dari Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Permenristekdikti) No. 5/2019 tentang Pengembangan Ideologi Nasional dalam Kegiatan Mahasiswa.

FRI mengingatkan bahwa pemerintah seharusnya tidak bertindak terlalu jauh dan mengintervensi kampus-kampus. “Kedua pihak bisa saling menyalahkan jika intervensi terlalu kuat,” kata wakil Dewan Penasihat FRI, Prof Asep Saifuddin pada Rabu (31/10).

Dia menegaskan satu-satunya kunci untuk menghasut radikalisme di kampus adalah untuk memastikan semua bentuk wacana (dialog atau diskusi rasional) yang berkembang di kalangan dosen dan mahasiswa tidak membawa emosi berdasarkan afiliasi suku, agama, ras, dan kelompok sosial (SARA) atau praktis politis. Dia menekankan kampus adalah tempat untuk mengembangkan pemikiran dari hasil studi dan penelitian mendalam.

Oleh karena itu, keterlibatan organisasi ekstra kampus di UKM PIB berpotensi menciptakan masalah baru. Asep mengatakan jika UKM PIB dilihat sebagai “polisi kampus untuk mengendalikan siswa”, itu akan menjadi kontra-produktif.

Menurut Asep, akan lebih baik jika semua organisasi internal kampus didasarkan pada pengetahuan. Sementara itu, organisasi eksternal harus tetap berada di luar kampus.

Asep mengatakan, persetujuan PIB UKM hanya akan mengarah pada argumen, yang kurang produktif. Di sisi lain, akar masalah belum pernah diteliti. Jadi, ia mendorong bahwa peningkatan kehidupan kampus tidak boleh parsial, tambal sulam dan sporadis.

“Mari kita lihat sekarang, apakah benar bahwa universitas sudah memiliki otonomi yang dapat merangsang pemikiran kritis dan analitis? Saya tidak berpikir demikian, ”Asep menambahkan.

Asep mengatakan intervensi pemerintah terlalu jauh. Dia menempatkan kasus pemilihan rektor, membuka jurusan, kompetisi penelitian, manajemen, dan keuangan sebagai contoh.

Asep mengungkapkan pembinaan ideologi bangsa harus dilakukan sejak orientasi siswa baru dan dilanjutkan hingga kelulusan. Implementasi ideologi bangsa dan komitmen nasional dapat dilakukan oleh perguruan tinggi dalam bentuk pengabdian masyarakat di daerah sasaran yang ditentukan oleh masing-masing universitas.

“Jadi, jika universitas memiliki rata-rata 18 desa dampingan, maka (dengan jumlah universitas sekitar 4.000) semua desa di Indonesia mendapat perhatian dari universitas untuk dipromosikan dan berkembang, di mana para siswa dilibatkan dalam pelayanan nasional untuk kesejahteraan,” kata Asep. dijelaskan.
Pada 29 Oktober, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi mengeluarkan Peraturan No. 55 Tahun 2018 tentang Pengembangan Ideologi Nasional dalam Kegiatan Mahasiswa. Peraturan itu dikeluarkan sebagai upaya pemerintah untuk mencegah dan menekan gagasan-gagasan intoleran dan radikalisme di kampus-kampus.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir mengungkapkan berdasarkan survei Alvara Research Center yang melibatkan 1.800 siswa di 25 Universitas menunjukkan sebanyak 19,6 persen didukung peraturan daerah (Perda) syariat. Kemudian 25,3 persen dari mereka setuju untuk pembentukan negara Islam, 16,9 persen mendukung ideologi Islam, 29,5 persen tidak mendukung pemimpin Islam dan sekitar 2,5 persen berpotensi radikal.

Peraturan Menteri No. 55 Tahun 2018 juga mengatur bahwa semua kampus harus membentuk Unit Kegiatan Mahasiswa untuk Pengawal Ideologi Nasional (UKM PIB). Organisasi mahasiswa berada di bawah pengawasan kanselir dan organisasi ekstra-mahasiswa dapat bergabung dan menjadi salah satu penjaga ideologi di UKMPIB.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *