Partai Politik Indonesia Kehilangan Moral Kepekaan Sosial

Partai Politik Indonesia Kehilangan Moral Kepekaan Sosial karena Beberapa partai politik memungkinkan mantan narapidana menjadi anggota parlemen. Mantan Ketua KPK Busyro Muqoddas Partai politik tunduk pada kepekaan sosial dan moral masing-masing dengan membiarkan keyakinan menjadi calon legislatif pada pemilihan 2019. Oleh karena itu, Busyro mendesak orang, terutama akademisi untuk bangun dan menyatakan pendirian mereka terhadapnya.

Berita Nasional – Busyro prihatin atas keheningan sivitas akademika dalam menanggapi kondisi demokrasi saat ini di negara tersebut.

“Saya orang kampus, tapi saya melihat kampus kami, universitas negeri dan swasta terlalu sepi dan sudah terlalu lama,” kata Busyro, Selasa (25 September).

Busyro dinilai dengan sistem korupnya, demokrasi di Indonesia telah mencapai titik terendah. Dia mengatakan itu adalah krisis multidimensi dan dimulai dari partai politik.

“Jadi sumber masalahnya adalah mesin politik,” tambah Busyro.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan 7.968 daftar calon permanen (CDT) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk 2019 pemilu. Đã liệt kê, ada 38 mantan narapidana korupsi.

Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW) Almas Sjafrina mengatakan masyarakat telah mendesak mesin-mesin politik untuk menarik kembali dukungan mereka bagi 38 kandidat yang telah terlibat dalam kasus-kasus korupsi. Di sisi lain, beberapa partai politik mengaku merasa ditipu oleh kader mereka.

Bahkan, dia mengatakan beberapa pihak lain juga mengaku tidak tahu kader mereka di tingkat daerah telah terlibat dalam kasus korupsi. Oleh karena itu, Almas meminta partai tingkat pusat untuk lebih tegas dengan memerintahkan kadernya di daerah untuk segera menyeberang nama-nama tahanan yang sebelumnya korup.

“Saya pikir dalam hal waktu masih mungkin untuk menghapus nama partai dengan menarik nama-nama mantan tahanan kasus korupsi melarikan diri dari CDT,” kata Almas.

Menurut Almas, penarikan dukungan bagi mantan tahanan korupsi akan menunjukkan kepada publik bahwa mesin politik masih memiliki komitmen besar untuk memberantas korupsi dan meningkatkan parlemen di masa depan. Dia mengharapkan 12 mesin politik segera mencabut dukungan mereka untuk mantan narapidana korupsi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *