Paradigma Baru Penting Pembiayaan Proyek Infrastruktur Indonesia

Paradigma Baru Penting Pembiayaan Proyek Infrastruktur Indonesia melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan perubahan paradigma sangat penting dalam pembiayaan proyek infrastruktur pemerintah dalam kondisi sekarang.

Berita Nasional – Tidak mungkin mengandalkan sistem pembiayaan tradisional untuk melanjutkan proyek-proyek besar dengan anggaran negara terbatas, kata Sri Mulyani sebagai pembicara kunci di “Forum Investasi Indonesia” yang menyoroti pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia di sini pada Selasa.

Namun, perubahan paradigma memerlukan stabilitas ekonomi makro untuk memberikan kepastian yang lebih besar bagi investor swasta, kata Menteri

Perubahan dalam paradigma termasuk dalam skema pembiayaan melalui kerjasama antara pemerintah dan perusahaan, keterlibatan perusahaan milik negara atau melalui penggunaan “keuangan campuran”.

Dengan kerjasama dengan perusahaan, pemerintah akan berusaha memberikan jaminan dan kesiapan proyek untuk investor swasta seperti dalam dana untuk pengadaan pembukaan lahan.

“Mengundang sektor swasta berarti ada proses pengadaan barang dan jasa dan persiapan proyek yang baik karena tidak mungkin melibatkan investor swasta tanpa peningkatan kualitas,” katanya.

Selalu sulit untuk menciptakan transparansi, katanya, menambahkan “leher botol selalu dalam transparansi.”

Selain itu, risiko bagi investor harus dikurangi dalam proyek jangka panjang seperti risiko mata uang.

Sri Mulyani mengatakan dia yakin bahwa skema pembiayaan alternatif bisa berhasil dengan dukungan instrumen investasi, jaminan pemerintah melalui perusahaan negara.

Selain dukungan dari stabilitas ekonomi makro yang telah berhasil dipertahankan dalam beberapa tahun terakhir dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil sebesar 5 persen dari tahun ke tahun, inflasi yang rendah dan stabilitas fiskal.

Ketua Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan paradigma baru dalam pengadaan infrastruktur adalah penting karena Indonesia sebagai negara berkembang adalah salah satu tujuan investasi favorit di dunia.

Wimboh mengatakan OJK telah berusaha untuk mempromosikan pembiayaan infrastruktur melalui berbagai instrumen keuangan atau pengembangan pasar yang lebih canggih.

“Penciptaan pekerjaan dan pengembangan proyek yang bermanfaat di masa depan penting untuk menciptakan pembangunan berkelanjutan,” katanya.

Sementara itu, Menteri BUMN menawarkan peluang investasi senilai US $ 42,1 miliar kepada sektor swasta di 78 proyek infrastruktur perusahaan negara.

Juga mengangkat “Forum Investasi Indonesia” adalah Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *