Para Pemimpin Desa Aceh Mengeluarkan Edaran Tentang Larangan Wifi Di Kafe Kafe

Para pemimpin desa Curee Baroh di distrik Simpang Mamplam, Kabupaten Bireun, Aceh, telah mengeluarkan surat edaran yang menyerukan kepada semua kafe untuk menghapus akses ke Wi-Fi gratis, yang mereka persalahkan karena mengalihkan perhatian anak-anak dari studi mereka dan sesi resital Al-Quran.

Berita Nasional.co – Surat edaran tersebut, yang merupakan provinsi pertama yang patuh pada syariah, dikeluarkan pada 13 November sebagai hasil diskusi di antara para pejabat desa yang mengaitkan minat yang rendah dalam mempelajari dan membaca Al-Quran dengan fakta bahwa lebih banyak anak muda yang berkerumun di tempat nongkrong seperti itu.

“Kami telah mengirimkan surat edaran kepada pemilik kafe sehingga mereka dapat memutuskan koneksi Wi-Fi,” kata kepala desa Curee Baroh, Helmiadi Mukhtaruddin.

Para pemimpin desa mengatakan bahwa mereka menemukan bahwa anak-anak dan remaja di daerah itu pergi ke kafe selama jam sekolah dan mengklaim beberapa situs terbuka yang mengandung pornografi.

“Ada kekhawatiran yang berkembang tentang akses Bandar Judi Togel Dingdong Online Wi-Fi. Kami memiliki enam kafe di desa dan semakin sulit bagi orang tua dan guru untuk mengendalikan anak-anak, ”kata Helmiadi.

Dia mengatakan anak-anak sering meninggalkan rumah memberi tahu orang tua mereka bahwa mereka akan menghadiri sesi resital Al-Quran di masjid atau mushola, tetapi mereka benar-benar pergi ke kafe dan menjelajahi internet.

Meskipun menjunjung tinggi prinsip-prinsip otonomi daerah, implementasi syariah di Aceh telah dikutuk dan dikritik atas dugaan pelanggaran HAM.

Sebelumnya, pemerintahan Bireun dikritik karena mengeluarkan surat edaran yang meminta kedai kopi, kafe dan restoran untuk memastikan bahwa pelanggan pria dan wanita yang belum menikah atau berhubungan satu sama lain tidak duduk di meja yang sama bersama.

Surat edaran ini dimaksudkan sebagai pedoman bagi pemilik bisnis untuk mematuhi syariah, yang melarang khalwat (peragaan fisik kasih sayang antara pasangan yang belum menikah).

Kepala Badan Komunikasi dan Informasi Bireun M. Zubair mengatakan banyak kafe di kabupaten itu sekarang menyediakan akses Wi-Fi kepada pengunjung, dan hanya di Curee Baroh yang sekarang dikecam. Dia mengatakan pemerintah kabupaten menghormati keputusan desa.

“Kami mendukung larangan Wi-Fi selama itu bermanfaat bagi generasi muda,” kata Zubair kepada The Jakarta Post pada hari Sabtu.

Dia mengatakan peraturan desa tidak melanggar hukum yang lebih tinggi di kabupaten dan mengizinkan desa-desa lain untuk mengikutinya. Dia, bagaimanapun, mengatakan tidak akan ada konsekuensi hukum untuk mengabaikan surat edaran.

“[Surat edaran] tidak memiliki konsekuensi hukum. Tapi, idealnya, warga harus mematuhi surat edaran, ”kata Zubair.

Surat edaran tersebut datang bersamaan dengan pernyataan para pemimpin desa yang menyampaikan komitmen mereka untuk memberantas perdagangan narkoba, terutama untuk kristal metafetamin dan ganja.

Kepala Badan Syariah Bireun Jufliwan mengatakan bahwa dia belum menerima surat edaran desa, tetapi dia mengatakan pada dasarnya dia mendukung peraturan yang sejalan dengan penerapan syariah di Aceh.

“Tapi itu tidak menguntungkan [penghuni]; tidak perlu mengeluarkan larangan, ”katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *