Petani ditangkap karena memproduksi, menjual varietas benih padi yang belum dirilis

Petani ditangkap karena memproduksi, menjual varietas benih padi yang belum dirilis, Munirwan, seorang petani dan kepala desa di desa Meunasah Rayeuk, Kabupaten Aceh Utara, telah ditangkap karena memproduksi dan menjual varietas benih padi yang disebut IF8 yang belum secara resmi dirilis ke publik oleh pemerintah.

Berita nasional.co – Munirwan ditangkap pada 23 Juli. Ia menghadapi dakwaan berdasarkan Pasal 12 UU No. 12/1992 tentang penanaman tanaman yang mengatur bahwa varietas tanaman dari luar negeri harus secara resmi dibebaskan oleh pemerintah sebelum diizinkan untuk didistribusikan secara komersial oleh petani.

Aliansi Petani Indonesia (API) mengutuk karena petani ditangkap dengan penangkapan tersebut, dengan mengatakan bahwa kepala desa memiliki niat baik untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk desa.

“Ini ironis bagi negara agraris seperti Indonesia karena seorang petani kecil ingin berkontribusi pada negara dengan mencapai ketahanan pangan dan kemandirian,” kata kepala produksi, kerjasama, dan manajemen pemasaran API Muhammad Rifai dalam sebuah pernyataan pers yang diterima pada hari Jumat.

Dia mengatakan bahwa Munirwan petani ditangkap telah mencoba Bandar Judi Togel Dingdong Online membantu Presiden Joko “Jokowi” Widodo mencapai visi rencana sembilan poinnya (Nawa Cita) untuk mendirikan pusat-pusat pembibitan di 1.000 desa.

Muhammad juga menyoroti bahwa Indonesia menghadapi masalah ketahanan pangan karena perubahan iklim, krisis regenerasi petani dan konversi lahan pertanian yang tidak terkendali menjadi fungsi lainnya.

“Petani skala kecil seperti Pak Munirwan dan petani benih lainnya yang menanam benih penting untuk mencapai ketahanan pangan dan kemandirian di Indonesia,” kata Muhammad, seraya menambahkan bahwa Munirwan harus dilepaskan tanpa persyaratan apa pun.

Benih IF8 diberikan kepada petani oleh pemerintah provinsi Aceh pada akhir 2017 sebagai percobaan. Setelah beberapa kali panen besar, para petani menyimpan benih untuk musim tanam berikutnya dan menjual sisanya.

Penyimpanan dan perdagangan benih dikelola oleh perusahaan milik desa (BUMD). Pemerintah Aceh, melalui Badan Pertanian Aceh, melaporkan Munirwan ke polisi.

Sementara itu, kepala varietas tanaman dan izin penanaman Kementerian Pertanian, Erizal Jamal, mengatakan secara terpisah bahwa setiap orang harus mematuhi hukum yang berlaku.

“Undang-undang mengatur bahwa hanya varietas yang diproduksi oleh petani skala kecil yang dapat didistribusikan dalam komunitas mereka sendiri. Mereka tidak memerlukan izin dari pemerintah, ”kata Erizal kepada The Jakarta Post, Jumat. (bbn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *