PA 212 Mengatakan Sikap Yusril Menyakiti Semangat PBB

PA 212 Mengatakan Sikap Yusril Menyakiti Semangat PBB PA 212 untuk mendorong PBB munaslub untuk menggulingkan Yusril jika Yusril tidak berubah pikiran.Keputusan Yusril menerima tawaran menjadi pengacara pemerintah dalam pemilihan presiden 2019 telah membuat pendukungnya kecewa. Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) merasa hancur oleh kenyataan.

Berita Nasional.co – Meskipun Yusril menerima tawaran itu sebagai seorang profesional di bidang hukum konstitusional dan politik, PA 212 mengatakan sikap Yusril telah menyakiti semangat Partai Bulan Bintang (PBB), partai Islam yang dipimpin oleh Yusril. Kelompok itu mengatakan pihaknya bisa merobek partai itu.

“Saya akan berbicara dengannya, dengan harapan dia akan menarik kembali dekret buruknya karena telah mengorbankan calon kader dan calon anggota PBB,” juru bicara PA 212 Habib Novel Hasan Bamukmin pada Rabu (7/11).
Selanjutnya, keputusan itu juga dianggap merugikan PA 212 karena sebagian besar anggota kelompok yang juga kader PBB mendukung #2019GantiPresiden dan mengakui hasil Ulem Ijtima. Habib Novel mengatakan PA 212 siap mendukung PBB.

Menurut Habib Novel, Yusril telah menunjukkan pembangkangan terhadap syariah Islam yang telah dijunjung oleh PBB. Dia akan mendorong PBB untuk mengadakan pertemuan nasional luar biasa (munaslub) untuk menggulingkan Yusril.

Jika rencana itu tidak berhasil, Habib Novel akan mengambil dukungan untuk PBB. Anggota PA 212 dan Front Pembela Islam akan mengundurkan diri dari keanggotaan PBB.

Yusril telah resmi ditunjuk sebagai pengacara untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) – pasangan KH Ma’ruf Amin. Tim kampanye nasional Koalisi Kerja Indonesia (TKN KIK) mengatakan Yusril memberikan layanan hukum secara gratis.

Menurut juru bicara TKN KIK Arya Sinulingga, Yusril tidak akan bergabung dalam tim sukses. TKN KIK juga mengatakan Yusril akan segera menangani kasus-kasus yang berkaitan dengan pelanggaran pemilihan presiden yang dihadapi oleh kubu pemerintah di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Yusril mengatakan Jokowi-Ma’ruf sudah memiliki Divisi Hukum dan Pertahanan di tim mereka. Ketika dia berada di luar struktur tim, Yusril menegaskan bahwa dia bukan seorang pengacara di rumah.

“Sebagai pengacara profesional, saya bukan bagian dari tim Pak Jokowi-Pak Kiai Ma’ruf dalam memenangkan pemilih,” katanya, Senin.

Yusril berada di kamp Prabowo Subianto ketika mengajukan gugatan di Mahkamah Konstitusi pada pemilihan presiden 2014.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *