Otoritas Indonesia Memperketat Manajemen Keselamatan LCC

Otoritas Indonesia Memperketat Manajemen Keselamatan LCC Direktur teknik Lion Air telah dibebaskan dari tugas oleh kementerian.
Presiden Joko Widodo telah memerintahkan otoritas untuk memperketat manajemen keselamatan untuk maskapai berbiaya rendah (LCC)
. Dia menegaskan kembali pentingnya keselamatan penerbangan setelah insiden kecelakaan pesawat Lion Air JT 610.

Berita Nasional.co – “LCC dioperasikan di semua negara, tetapi aspek yang paling penting adalah untuk memperketat manajemen keselamatan penumpang. Tidak ada negara yang menginginkan kecelakaan seperti itu terjadi,” kata presiden setelah pembukaan Forum Infrastruktur Indonesia dan Intertraffic Indonesia 2018 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada hari Rabu.

Penerbangan B737-8 Lion Air Max JT 610 jatuh ke laut lepas Tanjung Karawang, Jawa Barat, 13 menit setelah lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta Cengkareng pada pukul 6:20 pagi waktu setempat menuju Pangkalpinang di Provinsi Bangka Belitung pada hari Senin.

“Saya telah mengatakan kepada menteri (transportasi) untuk memperketat manajemen keselamatan. Saya selalu menekankan manajemen keselamatan. Namun, untuk saat ini, mari kita fokus pada operasi pencarian untuk penumpang dan rongsokan pesawat,” kata presiden atau yang biasa dikenal sebagai Jokowi.
Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan bahwa direktur teknik Lion Air telah dibebaskan dari tugas oleh kementerian. “Hari ini, kami akan membebaskan direktur teknik Lion Air dari tugas dan menggantikannya dengan orang lain, mirip dengan pejabat lain yang telah merekomendasikan penerbangan,” katanya.

Otoritas Indonesia juga akan mengintensifkan proses pemeriksaan jalan untuk armada maskapai penerbangan, terutama Lion Air. “LCC adalah persyaratan. Masalahnya bukan di LCC tetapi bagaimana kita akan meningkatkan keselamatan,” katanya.

Pesawat naas itu, dengan 188 orang di dalamnya, berangkat dari Jakarta pada pukul 06.20 pagi waktu setempat dan dijadwalkan tiba di Pangkalpinang pada pukul 7:05 pagi waktu setempat, menurut otoritas Bandara Depati Amir di Pangkalpinang.

Sebelum kehilangan kontak, pesawat telah meminta izin untuk kembali ke Jakarta karena ada masalah. Pesawat itu membawa 178 penumpang dewasa, tiga bayi, enam awak kabin, dan dua pilot.

Badan Pencarian dan Penyelamatan Nasional (Basarnas) terus mencari dan mengambil mayat korban dan puing-puing pesawat. Lion Air telah mendirikan empat pusat krisis di Bandara Halim Perdanakusuma, Hotel Ibis di Cawang, Terminal IB Bandara Soekarno Hatta, dan Rumah Sakit Polisi Soekanto di Jakarta Timur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *