Otoritas Basarnas Melanjutkan Pencarian Operasi Evakuasi Pesawat JT 610

Otoritas Basarnas Melanjutkan Operasi Evakuasi Pesawat JT 610 Hanya tim Basarnas yang akan melanjutkan operasi SAR dalam 3 hari ke depan.
Badan SAR dan Pencarian Nasional (Basarnas) telah memperluas operasinya untuk mencari dan mengevakuasi korban pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh. Namun, hanya tim Basarnas yang akan melanjutkan operasi SAR dalam tiga hari ke depan.

Ini tidak seperti 10 hari pertama evakuasi, yang dilakukan oleh tim gabungan dari berbagai elemen.

Berita Nasional.co – “Kami telah memutuskan untuk melanjutkan dan memperluas operasi pencarian dan evakuasi, khususnya oleh tim Basarnas, untuk para korban selama tiga hari lagi,” Kepala Basarnas, Muhammad Syaugi, menyatakan di Terminal Peti Kemas Internasional, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu .
Dia mengucapkan terima kasih kepada elemen SAR non-Basarnas untuk dedikasi mereka dalam proses evakuasi. Menurutnya, tim gabungan memiliki tekad tinggi dan sinergi yang baik dalam proses SAR, sehingga bisa mengevakuasi sebagian besar korban, yang tercatat 186 badan, sejak Rabu.

“Kami, dari otoritas Basarnas, terima kasih kepada elemen SAR, termasuk anggota dari militer (TNI), polisi (Polri), perusahaan minyak milik negara Pertamina, Badan Keamanan Laut (Bakamla), Bea Cukai, Penjaga Pantai (KPLP), Polisi Air (Polair), dan sukarelawan, untuk dedikasi mereka. Saya bangga dengan mereka, “katanya.

Syaugi mencatat pada hari Selasa bahwa keputusan untuk melanjutkan pencarian dan kegiatan evakuasi untuk korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 akan diambil pada hari Rabu siang.

“Kami akan melihat perkembangan pencarian hari ini dan besok pagi. Pada siang hari, kami akan memutuskan apakah kegiatan pencarian dan evakuasi akan dilanjutkan atau dihentikan,” Syaugi menjelaskan.

Keputusan akan diambil berdasarkan jumlah penemuan. Jika jumlah penemuan meningkat, pencarian akan dilanjutkan, tetapi jika itu menurun, upaya pencarian korban akan berakhir. “Kami akan terus berusaha menemukan saudara-saudara kami yang masih hilang,” katanya tegas.

Pencarian untuk perekam suara kokpit belum membuahkan hasil karena rendahnya sinyal ping intermiten yang sulit dideteksi. Tim pencarian bersama, diperkuat oleh ratusan penyelam bersama dengan penyebaran kendaraan yang dioperasikan dari jarak jauh, belum memulihkan salah satu bagian kotak hitam.

“(Ini) meskipun kami sudah punya tempat untuk fokus kami untuk mencarinya,” katanya.

“Sinyalnya sudah sangat lemah, tapi kami berharap itu berada di sisi barat daya di sekitar puing-puing pesawat. Selain itu, lumpur di dasar laut sangat menghambat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *