Orang Mencari Sanak Keluarga Mereka Menyusul Serangan Nduga

Orang Mencari Sanak Keluarga Mereka Menyusul Serangan Nduga adalah Titus, penduduk lokal yang Antara bertemu di Komando Distrik Militer 1702 / Jayawijaya pada hari Selasa, menyatakan bahwa salah satu anggota keluarganya pergi ke Distrik Nduga untuk mengangkut bahan konstruksi pada 29 November.

Berita Nasional.co – Serangan Kelompok Kriminal Bersenjata, membunuh pekerja Istaka Karya di Nduga, Papua, pada hari Minggu.

Sekitar 90 orang telah berusaha menemukan kerabat mereka dibunuh oleh pemberontak Papua yang bersenjata. Kelompok kriminal bersenjata melancarkan serangan mematikan terhadap pekerja pembangunan jalan Trans Papua, di Distrik Nduga, Provinsi Papua, pada hari Minggu (2 Desember).

“Nama kerabat saya adalah Caling. Dia bekerja untuk proyek pembangunan jalan. Saya ingin tahu apakah dia telah menjadi salah satu korban serangan itu,” Titus termasuk salah satu orang mencari keluarga.

Serangan oleh kelompok bersenjata menewaskan 28 pekerja PT Istaka Karya, yang terlibat dalam konstruksi dan membangun proyek Trans Papua.

Juru Bicara Komisaris Senior Polisi Provinsi Papua A.M. Kamal mengatakan bahwa seorang agen Indonesia juga tewas dalam serangan di pos militer pada hari Minggu. Konfirmasi tentang kematian prajurit Indonesia diterima dari empat pekerja PT Istaka Karya yang selamat dari serangan itu.

Pada Selasa pagi, 153 personil militer dan polisi diangkut ke Mbua, yang merupakan kecamatan terdekat dengan Kecamatan Yigi, katanya, menambahkan bahwa dua dari empat pekerja yang selamat dari pembunuhan itu menderita luka tembakan ketika mereka ditemukan oleh polisi. personel keamanan tugas.

Para pekerja yang terluka diidentifikasi sebagai Martinus Sampe dan Jefrianto, sementara dua orang yang selamat lainnya diidentifikasi sebagai Irawan, seorang karyawan Telkomsel, dan John, seorang pekerja dari sebuah pusat kesehatan setempat, tambahnya. Empat orang yang selamat dikutip mengatakan bahwa separatis bersenjata menghancurkan pos militer di Kecamatan Mbua dan menewaskan satu tentara. Dalam melakukan serangan mereka, para pemberontak dibantu oleh sekitar 250 penduduk setempat, ungkapnya.

Para pekerja, yang selamat dari serangan itu, telah diangkut ke Wamena untuk perawatan.

Sementara itu, Menteri Koordinator Maritim Luhut Binsar Pandjaitan mencatat bahwa pembunuhan pekerja pembangunan jembatan di Provinsi Papua adalah tindakan jahat.

“Ini adalah bukti bahwa masih ada orang yang ingin membunuh orang yang terlibat dalam upaya pembangunan. Ini adalah tindakan yang tidak bermoral,” jelas Pandjaitan.

Namun, dia mengakui bahwa dia belum menerima informasi lengkap tentang insiden tersebut. Dia tidak tahu apakah para pekerja dijaga oleh personel Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *