Misa Reuni 212 Menyapa Prabowo Dengan Teriakan Panjang Umur

Misa Reuni 212 Menyapa Prabowo Dengan Teriakan Panjang Umur melalui peserta 212 alumni reli didirikan untuk mengumpulkan orang-orang yang terlibat dalam rapat umum pada 2 Desember 2016 untuk menyerukan penuntutan Gubernur Jakarta-waktu itu Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok atas penodaan agama.

Berita Nasional.co – Prabowo Subianto menghadiri Reuni Alumni 212 pada hari Minggu. Misa Reuni Alumni 212 di Monumen Monas (Monas) Square pada hari Minggu menyambut Prabowo Subianto dengan nyanyian ‘Long Live’ yang mengangkat jempol dan jari telunjuk untuk membentuk nomor dua. Kehadiran dalam acara Prabowo, calon presiden nomor 02 dalam pemilihan presiden April mendatang, menarik perhatian dan antusiasme dari 212 massa reuni alumni.

Para peserta pertemuan reuni alumni 212  mengangkat ibu jari dan jari telunjuk mereka untuk membentuk nomor dua seolah-olah mereka ingin menunjukkan dukungan politik ketika Prabowo tiba di lokasi. Massa yang telah memadati daerah-daerah Monas sejak dini hari pada hari Minggu meneriakkan tanpa terputus “Hidup Panjang” Prabowo sebagai calon presiden memasuki wilayah Monas.

Prabowo didampingi sejumlah pemimpin politik dan penyelenggara reuni Alumni Reuni 212. Dia segera setelah itu menyampaikan pidato singkat selama sekitar tiga menit di atas panggung dan menolak untuk melakukan kampanye.

“Seperti yang Anda tahu, saya telah menerima mandat sebagai calon presiden, dan karena itu saya harus mematuhi dan mengikuti semua ketentuan, saya mungkin tidak berbicara politik pada kesempatan ini, saya mungkin tidak berkampanye. Jadi saya hanya ingin mengucapkan terima kasih karena saya diundang hari ini oleh panitia, “kata Prabowo.

Tak lama setelah menyampaikan pidato, Prabowo meninggalkan Monas. Panitia mengungkapkan kebanggaan mereka kepada Prabowo yang dianggap telah menepati janjinya untuk tidak berkampanye di acara Reuni 212.

The 212 Reunion massa perlahan mulai membubarkan dan bergerak meninggalkan daerah Monas, namun ada beberapa yang tetap menghadiri sholat ‘dhuzur’ (siang). Novel Bamukmin, ketua panitia acara, mengatakan unjuk rasa itu tidak memiliki tujuan politik. Pada dasarnya ini adalah wisata religius dan upaya untuk menegakkan ‘tauhid’ (iman pada satu Tuhan).

“Tidak ada unsur politik. Kami tidak mengizinkan bendera lain untuk terbang, selain Merah Putih dan bendera Tauhid. Kami tidak mengijinkan bendera pesta,” kata Novel.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *