Menurut Para Ahli Islam Jokowi Tidak Perlu Diragukan

Menurut Para Ahli Islam Jokowi Tidak Perlu Diragukan Pakar Politik dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP) Dr. Sri Yunanto menekankan bahwa Presiden Joko Widodo adalah seorang Muslim dan Islamnya tidak perlu diragukan lagi.

Berita Nasional.co – “Mr Jokowi telah melakukan haji pada tahun 2003, jauh sebelum menjadi presiden. Mr Jokowi juga memiliki empat layanan Umrah,” kata Sri Yunanto dalam diskusi dan ulasan buku tentang “Islam Jokowi” di Jakarta pada hari Selasa.

Hadir sebagai para pembahas diskusi dan bedah buku adalah mantan Wakil Koordinasi Politik Domestik di Kementerian Politik dan Keamanan, Mayor Jenderal TNI (Purn.) Adnrie Tardiwan Utama, Wakil Ketua Institusi Dakwah Nahdlatul Ulama KH Agus Salim , dan Wakil Ketua LDNU KH Wahid Nuruddin.

Menurut Sri Yunanto, ia tertarik untuk meneliti siapa Joko Widodo itu dan kemudian mendokumentasikannya dalam bentuk buku, setelah memeriksa cukup banyak serangan yang memojokkan Jokowi dengan pernyataan stigmatisasi negatif. “Oleh karena itu, saya melakukan penelitian pada tokoh-tokoh Jokowi, baik secara kualitatif maupun kuantitatif, melalui studi literatur, serta mencari testimonial untuk orang-orang yang mengenal Jokowi,” katanya.

Sebagai kesimpulan, katanya, Jokowi terlahir dalam keluarga Muslim, suka membangun hubungan, dan memiliki kepedulian yang tinggi terhadap komunitas Muslim.

Menurut Yunanto, kesaksian dari guru agama Jokowi di sekolah dasar (SD) menyatakan bahwa Jokowi adalah seorang Muslim yang taat dan selalu aktif menghadiri kelas-kelas dalam studi Islam. “Teman-teman SMA dan ceramah Jokowi dalam kesaksiannya juga menyebutkan, Jokowi adalah seorang Muslim yang taat,” katanya.

Staf Ahli Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Pulhukam) menambahkan, Jokowi setelah menjadi presiden, telah membangun banyak hubungan dengan institusi Islam dan komunitas Muslim, baik di dalam maupun di luar negeri. “Oleh karena itu, wajar saja bahwa Jokowi kemudian diberikan dan termasuk dalam 500 pemimpin Muslim dunia,” katanya.

Sementara itu, KH Agus Salim menambahkan, untuk orang-orang Nadliyin, Islam Jokowi sudah berakhir. “Artinya, Jokowi` s Islam tidak memiliki keraguan tentang hal itu, “katanya.

“Mr Jokowi memilih calon wakil presiden dari seorang pemimpin Islam untuk menunjukkan dirinya seorang Muslim yang sangat prihatin dengan kemajuan Islam dan persatuan rakyat,” katanya.

Agus Salim mencontohkan, Badan Eksekutif Nahdlatul Ulama (PBNU) sudah lama mengusulkan agar 22 Oktober ditetapkan sebagai Hari Santri. “Presiden tidak melakukannya sebelumnya, tetapi Presiden Jokowi berani memutuskan,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *