Menurut Bank Indonesia Inflasi Bulan November Tetap Terkendali

Menurut Bank Indonesia Inflasi Bulan November Tetap Terkendali Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) tetap terkendali pada November 2018, dalam koridor target 3,5% 1 persen, Direktur di Departemen Komunikasi, Bank Indonesia, Junanto Herdiawan, mengatakan.

Berita Nasional.co – Inflasi CPI tercatat sebesar 0,27 persen (mtm), yang relatif stabil pada 0,28 persen (mtm) membukukan bulan sebelumnya, berdasarkan sebuah pernyataan yang diterima di sini pada hari Kamis.

Inflasi utama dikendalikan dengan dukungan inflasi inti yang lebih rendah ditambah dengan inflasi volatile food (VF) yang berada di bawah trend historis, Herdiawan berkomentar.

Di sisi lain, tekanan inflasi pada administered prices (AP) terkendali dengan baik meskipun sedikit meningkat pada periode sebelumnya.

Herdiawan menyatakan bahwa secara kumulatif dari Januari-November 2018, inflasi CPI mencapai 2,50 persen (ytd) atau 3,23 persen (yoy).

Menurut Bank Indonesia inflasi inti dikendalikan pada 0,22 persen (mtm), yang relatif stabil dibandingkan dengan 0,29 persen (mtm) yang tercatat pada bulan sebelumnya.

Setiap tahun, inflasi inti mencapai 3,03 persen (yoy) pada November 2018, meningkat sedikit dari 2,94 persen (yoy) pada bulan sebelumnya.

Kontributor utama inflasi inti dalam periode pelaporan adalah gaji non-supervisor, cat tembok, sewa rumah, kredit telepon seluler, dan perhiasan emas.

Namun demikian, inflasi inti tetap terkendali karena konsistensi kebijakan Bank Indonesia dalam hal menjangkar ekspektasi inflasi yang rasional, termasuk mempertahankan nilai tukar sesuai dengan nilai fundamental rupiah.

Tekanan inflasi terhadap volatile food (VF) lebih rendah dari tren historis pada November 2018, Direktur Departemen Komunikasi, Bank Indonesia (BI), Junanto Herdiawan mengatakan.

Makanan volatile mengalami 0,23 persen (mtm) inflasi pada periode pelaporan, meningkat dari 0,17 persen (mtm) pada bulan sebelumnya, yang masih di bawah rata-rata historis pada November selama tiga tahun terakhir di 0,86 persen (mtm), berdasarkan pernyataan diterima di sini pada hari Kamis.

Setiap tahun, makanan bergejolak tercatat 4,32 persen (yoy) inflasi, turun dari 4,48 persen (yoy) pada periode sebelumnya.

Tekanan harga makanan bergejolak pada November 2018 berasal dari bawang merah, beras, telur ayam ras, tomat, dan wortel.

Sebaliknya, cabe merah, daging ayam ras, melon, pepaya, cabe mata burung, dan minyak goreng mengalami koreksi harga.

Meskipun meningkat dari periode sebelumnya, tekanan inflasi pada administered prices (AP) tetap terkendali.

Inflasi AP tercatat sebesar 0,52 persen (mtm) pada November 2018, meningkat dari 0,32 persen (mtm) pada bulan sebelumnya.

AP naik ke atas karena meningkatnya harga tiket pesawat, sebagai akibat meningkatnya permintaan selama akhir tahun yang mendekat.

Inflasi AP diperparah oleh efek knock-on dari harga bahan bakar khusus yang lebih tinggi pada bulan Oktober 2018, ditambah dengan meningkatnya harga rokok cengkeh-filter yang disaring dan tidak disaring pada bulan November 2018.

Setiap tahun, AP membukukan 3,07 persen (yoy) inflasi, naik dari 2,74 persen (yoy) pada bulan sebelumnya.

BI menganggap inflasi terkendali menjadi hasil konsistensi kebijakan untuk menjangkar ekspektasi inflasi yang rasional, sehingga mendukung target inflasi pada 3,5? 1 persen pada 2018.

Menurut Bank Indonesia akan secara konsisten menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk mempertahankan inflasi yang rendah dan stabil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *