Memperoleh Indonesia Lebih Bersih Dengan Euro 4

Memperoleh Indonesia Lebih Bersih Dengan Euro 4, setelah konferensi iklim internasional di Polandia Desember lalu, kami diharuskan untuk mengevaluasi kembali janji iklim Indonesia.

Berita Nasional.co – Salah satu komitmen kami adalah mengadopsi Euro 4, jenis bahan bakar yang lebih bersih yang penting bagi upaya kami untuk memungkinkan setiap orang Indonesia menikmati udara yang bersih dan sehat. Kami memiliki banyak alasan untuk mempercepat adopsi Euro 4, berdasarkan pada peraturan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan tahun 2017, yang menetapkan standar yang lebih bersih pada emisi gas buang untuk kendaraan baru.

Pertama, sebagai kebijakan standar bahan bakar yang lebih bersih yang mendefinisikan emisi sulfur bahan bakar di bawah 50 ppm, Euro 4 menghasilkan emisi yang lebih bersih daripada pendahulunya, Euro 2. Kedua, kota-kota besar kami telah mencatat kualitas udara yang melebihi standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dari 25 mikrogram per meter kubik partikel halus (PM2.5). Bahkan dua kota tuan rumah Asian Games 2018, Jakarta dan Palembang mencatat masing-masing 38 dan 55 mikrogram per meter kubik yang sangat tidak sehat, menurut Pemantauan Kualitas Udara Nasional.

Ketiga, sementara kita sering menganggap diri kita pemimpin di ASEAN, Indonesia, Laos dan Myanmar adalah satu-satunya negara di ASEAN yang belum mengadopsi Euro 4, menurut Asosiasi Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO).

Kebijakan Euro 4 Indonesia mungkin menghadapi beberapa tantangan kritis. Yang pertama memperhatikan kualitas bahan bakar kami, yang diukur dengan angka oktan penelitian (RON). Semakin tinggi angkanya, semakin baik kualitas bahan bakar dan semakin rendah emisinya. Saat ini, kilang kami mungkin mampu untuk spesifikasi bahan bakar RON91, sedangkan Euro 4 terdiri dari RON 92, RON 95 dan RON 98 sesuai dengan peraturan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup.

Kedua, dilema impor bahan bakar yang lebih besar akan menakutkan bagi neraca perdagangan energi nasional kita. Menurut Direktorat Jenderal Minyak dan Gas, permintaan untuk bahan bakar kelas 4 Euro berjumlah 180.000 kiloliter per tahun.

Oleh karena itu, dikombinasikan dengan ketidakmampuan kilang minyak kami, lebih banyak impor Euro 4, bahkan hingga 100 persen, akan diperlukan untuk memenuhi kebutuhan. Ketiga, kendaraan yang lebih tua dengan spesifikasi Euro 2 dan standar yang lebih rendah mungkin perlu penyesuaian teknis. Ini akan mengakibatkan distorsi pasar dan ekonomi nasional di mana sebagian besar mobil di seluruh Indonesia masih menggunakan Euro 2.

Namun demikian masih mendesak untuk mendukung dan mempercepat kebijakan Euro 4 melalui beberapa langkah. Pertama, pembuat kebijakan harus mensinergikan upaya bertahap menuju tujuan ini. Kebijakan Euro 4 telah menerima dukungan melalui keputusan 2018 dari Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi mengenai distribusi nasional bensin RON98. Dekrit tersebut mewajibkan semua perusahaan bisnis bahan bakar untuk membeli dan menjual produk bahan bakar kelas 4 Euro. Distribusi harus dipusatkan terutama di daerah perkotaan tertentu di mana ada kendaraan yang lebih tua.

Selain itu, peran Pertamina sebagai perusahaan energi nasional tetap penting dalam mendukung transisi bahan bakar yang lebih bersih ke Euro 4. Dalam cetak biru bisnisnya di masa depan, Pertamina telah merencanakan sejumlah kilang untuk produksi Euro 4, seperti kilang Cilacap dan Dumai, masing-masing di provinsi Jawa Tengah dan Riau. Namun, itu harus mengembangkan lebih banyak kilang seperti itu jika kita ingin mengamankan kedaulatan energi.

Selain itu, harga bahan bakar Euro 4-kelas di Indonesia adalah yang paling terjangkau dibandingkan dengan negara lain. Sementara subsidi bahan bakar tidak berlaku untuk Euro 4, bensin Pertamax Turbo (RON 98) per liter dapat dibeli dengan harga Rp12.250 (US $ 86 sen). Di Singapura, RON 98 dijual dengan harga S $ 2,70 ($ 1,99), pound 1,15 poundsterling di Inggris dan 1,87 euro ($ 2,13) ​​di Italia, dilaporkan paling mahal di dunia.

Akibatnya, harga yang terjangkau meningkatkan peran strategis Pertamina dalam menyediakan Euro 4 untuk memenuhi kebutuhan negara. Sebagai perusahaan milik negara dengan merek global, ini merupakan peluang bagi Pertamina untuk memperluas cakupan bisnisnya dalam transisi ke Euro 4. Sementara Pertamina meningkatkan kapasitas produksi untuk Euro 4, dalam waktu dekat ini dapat mengekspor produk Euro 4. Ini akan menghasilkan pengembangan bisnis yang lebih besar dan memperoleh pendapatan yang lebih signifikan bagi Pertamina dan juga bagi pemerintah.

Selain itu, produsen mobil di Indonesia telah mengumumkan kesiapan mereka untuk beradaptasi dengan Euro 4, seperti memperoleh Toyota, Daihatsu, Suzuki dan Mitsubishi. Mereka juga percaya Euro 4 akan menjadi jembatan untuk mengembangkan mobil yang lebih ramah lingkungan sambil meningkatkan penjualan.

Selain itu, kendaraan yang diproduksi dalam beberapa tahun terakhir dapat menggunakan Euro 2 untuk kinerja standar dan Euro 4 untuk kinerja terbaiknya. Selain itu, pasar mobil domestik juga akan menjadi lebih kompetitif, karena mobil-mobil Eropa dan Amerika yang diimpor akan memenuhi Euro 4.

Sementara Euro 4 di Indonesia menghadapi beberapa tantangan pegunungan, ini adalah cara terbaik untuk memperoleh kehidupan yang lebih bersih dan lebih berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia serta untuk meningkatkan nilai tambah industri energi nasional kami dan menunjukkan kepemimpinan kami dalam mitigasi perubahan iklim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *