Media Sosial Meningkatkan Ketakutan Akan Kejahatan Jalanan

Media Sosial Meningkatkan Ketakutan Akan Kejahatan Jalanan, Meskipun mengakui bahwa beberapa laporan kejahatan jalanan yang baru-baru ini menjadi viral di media sosial adalah asli, Kepolisian Jakarta telah memperingatkan netizen untuk tidak secara kritis menerima setiap informasi yang beredar di media sosial karena banyak yang mungkin menyesatkan.

Berita Nasional.co – Foto dan video perkelahian antara anggota geng motor yang diduga baru-baru ini telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga Jakarta dan penumpang.

Di tengah kekhawatiran atas kemungkinan kesalahan informasi, juru bicara Polda Metro Jaya Kombes. Argo Yuwono meyakinkan publik, dengan mengatakan bahwa banyak foto dan video yang beredar di media sosial adalah kejahatan yang sebenarnya terjadi beberapa bulan lalu, dan beberapa insiden terjadi di daerah di luar Jawa, katanya.

“Banyak foto dan video yang baru-baru ini menjadi Bandar Judi Togel Dingdong Online viral di media sosial adalah unggahan ulang insiden yang terjadi bertahun-tahun yang lalu. Mereka yang secara teratur pulang pergi ke dan dari Jakarta tidak perlu khawatir, ”kata Argo kepada pers pada hari Selasa, menambahkan bahwa polisi telah menangkap sejumlah anggota geng tahun lalu.

Namun, polisi juga mengkonfirmasi bahwa beberapa kejahatan yang dilaporkan di media sosial benar-benar terjadi di Jabodetabek awal bulan ini.

Pertikaian terjadi antara dua kelompok pemuda di Berlan, Matraman, Jakarta Timur, pada dini hari 13 Mei. Tidak ada korban yang dilaporkan dalam insiden itu.

Kepala Kecamatan Matraman Bambang Eko Prabowo mengatakan kepada kompas.com perkelahian itu disebabkan oleh video Instagram yang diposting oleh sekelompok pemuda di Matraman yang ingin membalas dendam terhadap geng dari Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang dilaporkan memicu perkelahian di Matraman sebelumnya. minggu.

Selanjutnya, pada dini hari 9 Mei, anggota geng motor yang diduga menyerang lima remaja menggunakan senjata tajam di Kampung Lio, Depok di Jawa Barat.

Kepala Kepolisian Pancoran Mas Komisaris. Roni Wowor mengatakan kelima pemuda itu segera dibawa ke Rumah Sakit Citama di Bogor untuk perawatan.

Pertengkaran hebat juga terjadi antara remaja yang membawa senjata tajam di Kwitang, Jakarta Pusat, pada 5 Mei. Satu orang tewas selama konflik dan para tersangka telah ditangkap, kata Argo.

Di Cakung, Jakarta Timur, sekelompok pria yang mengendarai sepeda motor mengacungkan senjata tajam pada malam 5 Mei, seperti dilansir kompas.com.

Kapolres Jakarta Timur Kombes Sr. Ady Wibowo mengatakan kelompok itu awalnya ingin bertarung dengan penduduk setempat.

“Para tersangka menerima pesan siaran melalui WhatsApp untuk bertengkar. Untungnya, tidak ada warga yang terprovokasi oleh tindakan mereka, sehingga perkelahian tidak pernah terjadi, ”kata Ady.

Selain pertengkaran antar geng, netizens juga telah khawatir tentang kemungkinan serentetan perampokan jalanan.

Pengguna Instagram @rezamotovlog baru-baru ini memposting sebuah video yang menggambarkan dua pria yang diduga berusaha merampoknya saat ia mengendarai sepeda motornya di Gandaria, Jakarta Selatan.

“Berhati-hatilah saat mengemudi malam hari. Saya baru saja menghindari upaya perampokan di sekitar Kota Gandaria pada pukul 1 pagi, ”tulisnya di posnya.

Argo dari Polda Metro Jaya mengatakan polisi bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk mengintensifkan patroli di sekitar kota untuk memastikan keamanan di ibukota.

“Jadilah skeptis terhadap semua informasi yang Anda terima di media sosial. Mungkin menyesatkan. Jakarta aman; polisi ada di sini untuk memastikan keamanan di seluruh kota, ”katanya.

Secara terpisah, direktur jenderal Kementerian Komunikasi dan Informasi untuk aplikasi informasi, Samuel Abrijani Pangarepan mengatakan dia belum diberitahu tentang video dan gambar kekerasan viral, tetapi mengatakan mereka akan memblokir konten media tersebut di media sosial sesegera mungkin.

“Namun, [konten media] di WhatsApp sulit dideteksi, tetapi, itu tidak berarti bahwa kita tidak bisa. Itu hanya perlu upaya ekstra, ”katanya kepada Post. (rfa / das)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *